MANOKWARI, SURYA ARFAK – Kondisi fiskal daerah menuntut Pemerintah Kabupaten Manokwari semakin berhati-hati dalam mengelola anggaran. Setiap pembangunan diarahkan berdasarkan kebutuhan prioritas, kemampuan keuangan daerah, dan hasil yang ingin dicapai.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan keterbatasan fiskal harus disikapi dengan pengelolaan anggaran yang lebih selektif dan bertanggung jawab.
“Kita menyadari bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menuntut kita untuk semakin berhati-hati dalam mengelola anggaran daerah. Setiap rupiah yang kita belanjakan harus mempunyai manfaat yang jelas,” kata Hermus dalam pidatonya pada rapat paripurna persetujuan KUPA-PPAS APBD Perubahan 2026 di DPRK Manokwari, Selasa (29/9) malam.
Menurutnya, prinsip efisiensi bukan berarti mengurangi pembangunan, tetapi memastikan anggaran yang tersedia digunakan untuk program yang benar-benar prioritas dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kita tidak boleh membangun hanya karena tersedia anggaran. Kita harus membangun berdasarkan kebutuhan prioritas, kemampuan fiskal, dan hasil yang ingin kita capai,” ujarnya.
Karena itu, Hermus meminta seluruh perangkat daerah lebih fokus mengalokasikan anggaran perubahan pada program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Prioritas tersebut meliputi pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlindungan sosial, serta berbagai program strategis daerah.
Hermus juga menekankan pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) dan sumber pembiayaan lainnya harus dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.
“Pemanfaatan dana otonomi khusus dan sumber-sumber pembiayaan lainnya harus dilaksanakan secara tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat asli Papua, khususnya masyarakat di Kabupaten Manokwari,” tegasnya. (SA01)








