MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, diminta mengawal reformasi birokrasi agar berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan daerah. Permintaan tersebut disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou, usai melantik Yan Ayomi sebagai Sekda definitif, Rabu (18/2/2026).
Menanggapi hal itu, Yan Ayomi menegaskan dirinya membutuhkan dukungan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk mewujudkan birokrasi yang sinergis dan kolaboratif.
“Sebagai yang mengoordinir dan ‘komandan’ yang memimpin teman-teman, saya mengharapkan prinsip sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan tugas, menerjemahkan visi-misi kepala daerah, serta menjembatani arahan dan kebijakan kepala daerah dengan perangkat daerah,” ujar Yan.
Ia menyebut pengalaman enam bulan menjabat sebagai Penjabat Sekda menjadi bekal awal dalam memimpin birokrasi. Pelantikan sebagai Sekda definitif, lanjutnya, merupakan hasil seleksi terbuka dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya dan teman-teman siap melaksanakan tugas dengan baik. Harapannya memberi manfaat bagi peningkatan kinerja birokrasi dan pencapaian target pembangunan dalam RPJMD, RKPD, dan Renstra,” katanya.
Yan menilai ego sektoral masih menjadi “patologi birokrasi” yang harus ditinggalkan. Ia menekankan bahwa pemerintahan modern menuntut kerja kolaboratif lintas perangkat daerah.
Ia mencontohkan pembangunan Sekolah Rakyat yang tidak bisa hanya ditangani satu OPD, tetapi memerlukan kolaborasi Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, DLHP, Dinas Perumahan, dan Dinas PUPR.
“Tidak seperti dulu kita jalan sendiri-sendiri. Konsep kolaborasi ini penting untuk dikomunikasikan. Saya akan membuka ruang setiap dua minggu kita duduk bersama, berbicara dari hati ke hati, agar komunikasi dan hubungan emosional terbangun dengan baik. Tanpa komunikasi yang baik akan muncul ego sektoral,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Hermus Indou menekankan bahwa jabatan Sekda merupakan amanah, pengabdian, dan kehormatan sehingga harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab tinggi. Ia menitipkan sejumlah pesan penting kepada Yan Ayomi.
Pertama, membangun soliditas dan disiplin birokrasi dengan memastikan seluruh OPD bekerja terkoordinasi, profesional, dan kolaboratif. Kedua, menegakkan integritas serta menjadi teladan dalam kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas.
Ketiga, mengawal reformasi birokrasi melalui percepatan digitalisasi pelayanan publik, penyederhanaan prosedur, dan peningkatan kualitas SDM aparatur, sehingga ASN benar-benar menjadi pelayan masyarakat.
Keempat, memperkuat perencanaan dan penganggaran agar setiap rupiah APBD menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan.
Kelima, menjaga stabilitas dan netralitas ASN di tengah dinamika sosial dan politik, dengan tetap fokus pada pelayanan publik. (SA01)








