MANOKWARI, SURYA ARFAK – Tim Pembina Posyandu Kabupaten Manokwari resmi memulai program Revitalisasi Posyandu melalui peletakan batu pertama pembangunan dua Posyandu oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, Rabu (10/12/2025). Dua Posyandu itu masing-masing Posyandu Swapen Perkebunan dan Posyandu El-Gibbor di Kelurahan Sanggeng.
Pembangunan kedua fasilitas ini menjadi langkah awal penataan Posyandu sesuai enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan karena sebagian besar sarana dan pelayanan Posyandu yang ada saat ini belum memenuhi standar.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, distrik, kelurahan, dan Puskesmas untuk merevitalisasi Posyandu, baik bangunannya maupun sarana prasarananya,” ujarnya.
Bangun 10 Posyandu per Tahun hingga 2029
Febelina menegaskan bahwa pada tahun ini pemerintah mulai membangun 10 Posyandu lengkap dengan sarana pendukung dan enam meja pelayanan, yakni pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan persalinan oleh tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar, serta pelayanan kesehatan usia produktif dan lansia.
Program ini akan berlanjut secara bertahap hingga 2029, sehingga total 50 Posyandu akan dibangun untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Selain pembangunan fisik, Tim Pembina Posyandu juga akan melakukan sosialisasi 6 SPM kepada seluruh kader serta memberikan insentif bagi kader Posyandu yang aktif.
“Meskipun ada kebijakan efisiensi, insentif kader tetap menjadi perhatian kami. Penyesuaian akan dilakukan sesuai peraturan bupati,” kata Febelina.
Dinas Kesehatan: Meletakkan Batu, Meletakkan Harapan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, menegaskan bahwa pembangunan Posyandu bukan sekadar peletakan batu pertama, tetapi merupakan investasi untuk masa depan kesehatan anak-anak Manokwari.
“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar. Bukan hanya tempat timbang dan imunisasi, tetapi pusat edukasi gizi, kesehatan ibu hamil, pencegahan stunting, dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyediakan lahan, serta menegaskan komitmen Dinas Kesehatan untuk mendukung operasional Posyandu setelah pembangunan selesai, termasuk penyediaan tenaga kesehatan, logistik, hingga peningkatan kapasitas kader.
“Mari manfaatkan fasilitas ini secara optimal. Jadikan Posyandu sebagai milik bersama yang harus dijaga dan dihidupkan dengan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Marthen berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan cepat.
“Satu batu hari ini diletakkan adalah seribu harapan untuk masa depan kesehatan Kabupaten Manokwari.” (SA01)








