MANOKWARI, SURYA ARFAK – Fraksi PDI Perjuangan DPRK Manokwari menyoroti pendapatan daerah khususnya pada target atau objek pendapatan asli daerah dengan mempertimbangkan keadaan ekonomi nasional yang turut mempengaruhi berbagai regulasi multisektor dan ketentuan pemerintah daerah.
Hal ini dapat dilihat dari hasil realisasi yang mana hingga triwulan kedua tahun 2025 peningkatan target pendapatan asli daerah tidak berpengaruh banyak dalam pelaksanaan seluruh program dan kegiatan dikarenakan masih berpusat pada pendapatan transfer daerah.
Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemkab Manokwari perlu melakukan langkah mengevaluasi perangkat daerah hingga tahun anggaran 2005 terakhir guna menentukan target pendapatan pada tahun anggaran berikutnya.
Menanggapi itu, Pemkab Manokwari, melalui Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, menyampaikan terima kasih atas masukan Fraksi PDI Perjuangan.
Menurut Mugiyono, tim anggaran pemerintah daerah dalam menargetkan anggaran pendapatan asli daerah mengevaluasi seluruh organisasi perangkat daerah penghasil.
Namun disebabkan beberapa faktor seperti keterlambatan aktivitas ekonomi ditandai oleh keterlambatan dana transfer ke daerah baik itu oleh pemerintah pusat maupun oleh provinsi.
“Akibat keterlambatan ini, progres pembangunan di wilayah kabupaten Manokwari juga mengalami kendala, sehingga realisasi pendapatan asli daerah belum maksimal sesuai yang ditargetkan,” kata Mugiyono, saat menyampaikan tanggapan pada rapat paripurna DPRK Manokwari, Selasa (30/9/2025). (SA01)








