Bukti Kolaborasi Pemkab Manokwari dan UPBU, Clearing Area Segmen 2 Lahan Bandara Rendani Berjalan Lancar

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Proyek perluasan bandara Rendani Manokwari terus menunjukkan progres signifikan. Pembebasan lahan di sisi selatan bandara, sebagai tindak lanjut dari rencana perluasan area, saat ini berjalan lancar berkat sinergi yang kuat antara Pemkab Manokwari dan Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Bandara Rendani.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, S.STP, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan UPBU dalam penanganan dampak sosial bagi warga terdampak sesuai amanat Perpres 62 Tahun 2018.

Pengembangan bandara Rendani merupakan program strategis Pemkab Manokwari di bawah kepemimpinan Bupati Hermus Indou, yang berkomitmen untuk memajukan Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat.

“Bapak Bupati Hermus Indou menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai dan representatif, khususnya sektor transportasi udara, mengingat bandara Rendani sebagai pintu gerbang utama kabupaten Manokwari dan sebagai barometer kemajuan pembangunan di daerah,” ungkapnya, Jumat (11/7/2025).

Sesuai arahan Bupati Hermus Indou, lanjut Ferdy, Pemkab Manokwari menargetkan penyelesaian perluasan untuk Segmen 3 pada tahun ini rampung dan sementara menunggu hasil perhitungan dari tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) di Jakarta.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan UPBU terkait skala prioritas pembangunan, termasuk rencana pembangunan terminal/ruang tunggu, apron, dan jembatan penghubung, serta fasilitas pendukung lainya,” ujarnya.

Ferdy menambahkan, pembangunan strategis tersebut menandai komitmen bersama untuk meningkatkan konektivitas dan kemajuan kota Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua Barat sesuai visi dan misi Bupati Hermus indou.

“Dukungan penuh dari semua pihak terutama masyarakat yang terdampak sangat diharapkan,” tukas Ferdy.

Sementara itu, Kepala UPBU Rendani Manokwari, Herman Sujito menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Manokwari, khususnya Bupati Hermus Indou, atas dukungan penuh berupa penyediaan anggaran untuk pembayaran santunan bagi warga terdampak.

Menurutnya, dukungan itu sangat krusial karena menjadi syarat utama dari pemerintah pusat untuk melanjutkan proyek perluasan bandara Rendani.

Pihak UPBU Rendani optimistis, setelah proses pembebasan lahan selesai, proyek perluasan akan berlanjut dan diharapkan akan ada progres signifikan pada tahun 2026. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *