MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, melakukan pertemuan dengan warga terdampak pembangunan pasar Sanggeng tahap II, Jumat (20/6/2025).
Dalam pertemuan itu, Bupati Hermus didampingi Kepala Dinas PUPR, Alberthus; Kepala Dinas Sosial, Ferdy M. Lalenoh; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Jan Ayomi; Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Fredy Risamassu; Kasatpol PP, Yusuf Kayukatui; serta sejumlah pejabat Pemkab Manokwari.
Pada kesempatan itu, Bupati Hermus meminta dukungan warga untuk pembangunan tahap II pasar Sanggeng untuk kepentingan seluruh masyarakat Manokwari.
Menurut Hermus, Pemkab Manokwari telah menetapkan sejumlah program strategis, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur ekonomi melalui pembangunan pasar Sanggeng.
“Pasar Sanggeng ini sudah mengalami kerusakan, terbakar beberapa kali tapi tidak ada yang mau perbaiki. Karena itu, sebagai anak Papua dan sebagai anak Arfak, saya punya kerinduan untuk mengubah pasar ini,” ungkapnya.

Ditegaskan Hermus, pembangunan pasar Sanggeng bukan untuk kepentingannya, tetapi untuk kepentingan masyarakat Manokwari terutama untuk mengakomodir para penjual dan pembeli.
“Kalau kita bangun pasar ini, mama-mama tidak berjualan lagi di luar. Kasihan kalau panas dan hujan mereka setengah mati, apalagi lingkungan di luar juga kurang sehat untuk mereka,” katanya.
Dikemukakan Hermus, pembangunan pasar Sanggeng juga untuk mewujudkan transformasi di Manokwari. Dia meyakini masyarakat dan pemerintah telah memiliki visi yang sama untuk berubah dan bertransformasi.
Seperti Bandara Rendani, lanjut Hermus, pasar Sanggeng adalah pintu bagi Manokwari. Karena itu, jika pasar Sanggeng dibangun bagus, maka pembangunan infrastruktur di di tempat lain juga akan mendapatkan dukungan.
“Jadi barang bagus ini ayo kita dukung karena akan berdampak positif bagi Manokwari secara menyeluruh,” katanya.

Hermus melanjutkan bahwa pembangunan tahap I pasar Sanggeng sudah selesai dan kini akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap II. Untuk pembangunan tahap II, dibutuhkan kawasan untuk pembangunan pagar dan penataan terminal.
Menurut Hermus, dalam setiap pembangunan ada dampak positif dan negatif. Dampak negatifnya adalah pergeseran masyarakat yang terdampak.
“Namun yang kita lakukan tidak merugikan masyarakat. Semua aspek terkait ganti untung di kawasan itu dihitung dan dinilai secara komplet dan menghasilkan nilai yang kompetitif untuk diberikan sebagai penghormatan kepada masyarakat terdampak. Saya bersama pimpinan perangkat daerah bertemu bapak-ibu supaya memastikan tidak ada keluarga yang terlewatkan dalam pendataan. Dalam bulan ini sudah dipastikan hasilnya (penilaian KJPP) dan nilai ganti untuk yang diberikan kepada bapak-ibu,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, warga juga menyerahkan aspirasi kepada Bupati Hermus. Aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Pemkab Manokwari. (SA01)








