MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pembangunan Ruko Kaca Bulat Klasis GKI Manokwari bukti nyata sinergi antara pembangunan fisik dan spiritual. Ruko ini akan menjadi simbol kemajuan sekaligus pusat pelayanan umat, menggabungkan fungsi ekonomi dan kerohanian bagi masyarakat Manokwari.
“Pembangunan ruko oleh Klasis GKI Manokwari mencerminkan semangat gotong royong dan kepercayaan bahwa kemandirian jemaat dapat diraih melalui kolaborasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan,” kata Plt Sekda Manokwari, Harjanto Ombesapu, saat mewakili Bupati Manokwari menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Ruko Kaca Bulat Klasis GKI Manokwari, Kamis (29/5/2025).
Pembangunan ruko ini juga diharapkan dapat mewujudkan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan nilai-nilai iman.
“Kita percaya bahwa kemajuan material harus berjalan beriringan dengan pengembangan karakter bangsa yang berbasis iman,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemkab Manokwari berkomitmen mendukung penuh pembangunan tersebut. Pemerintah akan memastikan pembangunan berjalan dengan lancar sesuai peraturan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di kabupaten Manokwari.
“Ruko Kaca Bulat ini nantinya menjadi landmark baru. Desainnya yang unik dan multifungsi diharapkan dapat menarik minat masyarakat sekaligus menjadi ruang berkumpul,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, ruko tersebut tidak hanya menjadi pusat perniagaan tetapi juga menjadi wadah kreativitas, edukasi, dan penguatan nilai-nilai Kristiani melalui berbagai kegiatan yang positif.
Pembangunan itu juga menjadi contoh baik sinergi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci kemajuan Manokwari yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari babak baru penguatan ekonomi kerakyatan yang dapat menampung UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong perputaran ekonomi di kabupaten Manokwari,” tukasnya.
Ketua Klasis GKI Manokwari, Pdt. Melkianus Warfandu, mengatakan bahwa ada lima unit ruko yang akan dibangun dengan menelan anggaran Rp11 miliar lebih.
Jika tidak ada hambatan, ruko-ruko tersebut akan diresmikan bertepatan dengan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua, 5 Februari 2026. (SA01)








