Manokwari, SURYA ARFAK – Dalam suasana sukacita rohani dan penuh syukur, Jemaat GPKAI Koriakon Wosi merayakan tonggak penting dalam perjalanan pelayanannya yakni hari ulang tahun ke-47 Jemaat, serta HUT ke-6 gedung gereja dan Pendidikan Agama Remaja (PAR).
Perayaan ini tidak hanya menjadi refleksi historis atas perjalanan gereja, tetapi juga menjadi panggilan bersama untuk melangkah lebih jauh dalam membangun tubuh Kristus secara utuh, baik dalam aspek spiritualitas, sosial, maupun pemberdayaan umat.
Mewakili Bupati Manokwari, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, S.STP, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan komitmen pelayanan yang telah ditunjukkan Jemaat GPKAI Koriakon Wosi selama hampir lima dekade.
Dalam sambutannya, Ferdy Lalenoh menegaskan bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah semata, melainkan institusi transformatif yang turut membentuk wajah masyarakat melalui pendidikan iman, pembinaan generasi muda, hingga pembangunan sosial yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Manokwari memandang bahwa gereja, seperti halnya Jemaat GPKAI Koriakon Wosi, merupakan mitra strategis dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai kasih, integritas, dan pengabdian. Ulang tahun ke-47 ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi pernyataan eksistensi bahwa gereja terus relevan dan memberi kontribusi nyata dalam kehidupan umat,” ujar Ferdy Lalenoh.
Dengan mengangkat tema “Bersekutu, Bersaksi dan Melayani Bersama Membangun Tubuh Kristus” (1 Korintus 3:9), perayaan tersebut menjadi momentum teologis yang sarat makna.
Dalam terang firman Tuhan tersebut, gereja diajak untuk tidak berjalan sendiri, melainkan membangun komunitas iman yang kuat, bersaksi dalam kehidupan nyata, serta melayani dengan tulus dan tanpa pamrih demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama.
Ferdy Lalenoh juga menekankan bahwa perjalanan pelayanan selama 47 tahun tidak lepas dari tantangan zaman yang dinamis. Namun, justru dalam tantangan itulah gereja menemukan kekuatan untuk terus memperbarui diri dan konteks pelayanannya.
Pendirian gedung gereja yang kini berusia enam tahun serta keberadaan Pendidikan Agama Remaja (PAR) menjadi simbol nyata dari visi ke depan gereja yang tidak hanya berakar pada warisan iman, tetapi juga berorientasi pada pembinaan generasi penerus.
“Ketika gereja mengambil peran dalam membina anak-anak dan remaja melalui PAR, sejatinya gereja sedang menabur benih masa depan. Pemerintah daerah sangat mendukung langkah-langkah semacam ini karena pada akhirnya kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas moral, spiritual, dan intelektual generasi mudanya,” tegas Ferdy Lalenoh.
Pemerintah Kabupaten Manokwari juga menyampaikan harapannya agar Jemaat GPKAI Koriakon Wosi terus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat, menjadi pusat kedamaian, serta pelopor dalam membangun nilai-nilai kekeluargaan, keadilan, dan pelayanan yang holistik.
“Kiranya perayaan ini bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi menjadi nyala semangat baru bagi seluruh jemaat untuk terus bersatu, bertumbuh, dan berbuah bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama. Mari kita terus membangun Manokwari bukan hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan kekuatan iman, kasih, dan kesaksian hidup yang nyata,” tutup Ferdy Lalenoh.
Dengan suasana perayaan yang meriah namun khidmat, peringatan ini menjadi penanda bahwa gereja bukanlah menara gading yang terpisah dari realitas sosial, melainkan bagian integral dari kehidupan masyarakat yang terus bergerak maju menuju harmoni dan keberkahan bersama. (SA01)








