Manokwari, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, berharap agar usulan-usulan yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) distrik bukan hanya bersifat seremonial.
Sebaliknya, usulan yang disampaikan benar-benar merupakan kebutuhan mendasar yang dirasakan oleh masyarakat di tingkat kampung dan dusun.
Menurut Mugiyono, Musrenbang bukan hanya bagian dari proses formal perencanaan pembangunan yang bersifat administratif.
“Musrenbang adalah bentuk nyata dari demokrasi partisipatif, tempat di mana suara rakyat dapat disampaikan secara langsung, di mana aspirasi masyarakat dapat diakomodasi secara terbuka, dan di mana perencanaan pembangunan dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” kata Mugiyono, saat membuka Musrenbang Distrik Manokwari Selatan dan Tanah Rubuh, Jumat (25/4/2025).
Mugiyono menekankan bahwa pembangunan yang baik dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan yakni pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan unsur adat, duduk bersama dalam satu visi dan tujuan yang sama, yaitu membangun distrik Manokwari Selatan yang lebih maju, lebih tertata, dan lebih sejahtera.

Mugiyono menambahkan, distrik Manokwari Selatan merupakan salah satu distrik yang sangat strategis di wilayah kabupaten Manokwari. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya alam, kekayaan budaya, serta semangat masyarakat yang luar biasa.
“Namun kita juga harus jujur mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama, seperti terbatasnya infrastruktur dasar, minimnya akses terhadap air bersih dan sanitasi, rendahnya aksesibilitas antar kampung, hingga kebutuhan akan sarana pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, Mugiyono berharap agar dalam Musrenbang, usulan-usulan yang disampaikan bukan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar merupakan kebutuhan mendasar yang dirasakan oleh masyarakat di tingkat kampung dan dusun.
“Setiap kepala kampung, tokoh masyarakat, dan peserta Musrenbang harus berani menyuarakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat agar arah pembangunan ke depan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tukasnya. (SA01)








