Manokwari, SURYA ARFAK – Setelah hari raya Idul Fitri, Pemkab Manokwari akan membayar ganti rugi lahan tahap pertama untuk pembangunan jembatan alih terase ke bandara Rendani.
“Setelah hari raya Idul Fitri saya dari Pak Wakil akan melaksanakan pembayaran untuk tahap pertama, sehingga jembatan alih terasenya kita berharap tahun ini juga sudah bisa mulai dibangun,” ungkap Bupati Manokwari, Hermus Indou, Jumat (28/3/2025).
Menurut Hermus, pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan alih terase meliputi wilayah di dalam bandara dan di luar bandara.
“Khusus yang dalam bandara kita hanya membayar uang kerahiman untuk mereka, termasuk uang sewa rumah selama 1 tahun, kemudian biaya angkut barang dan sebagainya. Itu yang kita berikan, bukan ganti rugi,” tegasnya.
Sedangkan yang di luar bandara, kata Hermus, diberikan ganti rugi tetapi pengadaan langsung karena luas lahan kurang dari 5 hektar.
“Jadi kita pengadaan langsung, kita bayar langsung kepada pemiliknya yang ada di situ, sehingga jembatannya harus dibangun tahun ini,” katanya.
Menurut Hermus, pembangunan jembatan alih terase dilaksanakan secara bertahap dan tiga tahun ke depan akses menuju bandara Rendani sudah bisa melalui jembatan alih terase.
Mengenai komunikasi dengan Kemenhub terkait pembangunan fisik jembatan alih terase, Hermus mengatakan, Pemkab Manokwari sudah berkomunikasi dengan Kemenhub, termasuk desain terminal bandara Rendani.
“Dan puji Tuhan nanti terminal kita ada empat atau lima garbarata dengan bangunan 2 lantai. Kemudian nanti ada penataan di sisi darat termasuk gereja yang ada kita akan pindahkan ke laut untuk dibangun menghadap ke laut,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, menurut Hermus, nantinya di sekitar terminal bandara juga ada hotel dan pusat perbelanjaan serta fasilitas penunjang keselamatan bandara.
“Untuk pembangunan terminal dan lainnya, itu kebijakan pemerintah pusat. Namun kewajiban pemerintah daerah adalah menyiapkan lahannya, lahannya kita berkewajiban menyiapkan,” tandas Hermus. (SA01)








