Pegaf, SURYA ARFAK – Sebentar lagi siswa kelas VI SD dan kelas III SMP akan mengikuti ujian akhir. Untuk itu, orangtua siswa diminta memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa valid untuk keperluan pencetakan ijazah.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Ullo, mengatakan bahwa tahun ini penulisan ijazah tidak lagi dilakukan secara manual tapi dilakukan secara elektronik.
Untuk pencetakan ijazah secara elektronik, kata dia, membutuhkan NIK siswa yang valid. Jika tidak valid, ijazah anak tidak bisa dicetak.
“Untuk itu, orangtua diharapkan bisa memperhatikan NIK anak-anak. Selanjutnya untuk jenjang SD dan SMP, kita masih ada waktu untuk mencocokkan NIK,” ujarnya.
Menurut Ullo, pencetakan ijazah secara elektronik baru dimulai tahun ini. Pencetakan secara elektronik ini membutuhkan NIK siswa dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai user dan password.
Untuk NISN, kata dia, dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, sedangkan NIK didapat dari Kartu Keluarga (KK) orangtua.
“Untuk itu, sekali lagi harapan kami orangtua mempersiapkan KK bagi siswa kelas VI SD dan kelas III SMP. Masih ada waktu beberapa minggu ke depan karena setelah libur Lebaran mereka ikut ujian,” ungkapnya.
Ullo lalu meminta orangtua siswa untuk aktif berkoordinasi dengann pihak sekolah mengenai NIK siswa. Jika tidak bisa, orangtua bisa langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pegaf.
“Ada bidang masing-masing yang menangani seperti Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal, kemudian Bidang SD, SMP, dan Bidang SMA/SMK. Oleh karena itu, sekali lagi kami berharap orangtua bisa memperhatikan hal ini karena setiap tahun ada perubahan. Kita tidak bisa menulis ijazah secara manual seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kita mengikuti perkembangan teknologi. Jadi jangan biarkan anak ke sekolah saja, tapi identitas dirinya juga harus diperhatikan supaya mereka bisa mudah mencetak ijazah mulai tahun ini dan ke depan,” tukas Ullo. (SA01)








