PHBK IKT Manokwari dan Dishut Papua Barat Tanam Ratusan Pohon di Jalan Trikora Wosi

Manokwari, SURYA ARFAK – Panitia Hari-hari Besar Keagamaan Ikatan Keluarga Toraja (PHBK IKT) Kabupaten Manokwari menggandeng Balai Perbenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan pada Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Papua Barat menanam pohon di ruas Jalan Trikora Wosi, Manokwari, Jumat (21/3/2025).

Kegiatan penghijauan yang dirangkai dengan pembagian benih gratis kepada masyarakat itu dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ke-42 tahun 2025.

Ketua Panitia Hari-hari Besar Keagamaan IKT Kabupaten Manokwari, Benyamin Kadang, mengatakan penanaman pohon dilaksanakan untuk menghijaukan kota Manokwari.

“Ini kolaborasi dengan Balai Perbenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan pada Dinas Kehutanan Papua Barat,” katanya.

Menurut Kadang, pada kesempatan itu ada 150 bibit pohon palem yang ditanam sepanjang median jalan dari lampu merah Haji Bauw hingga jembatan Transito.

Kepala Balai Perbenihan dan Pengembangan Tanaman Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jefri Angkota, mengapresiasi kolaborasi dengan Panitia Hari-hari Besar Keagamaan IKT Manokwari untuk melakukan aksi penanaman pohon dalam rangka Hari Bakti Rimbawan.

“Aksi penanaman ini dilakukan karena kondisi kota Manokwari ini kalau dibilang kurang hijau. Jadi kami menanam sepanjang median jalan. Setelah ini berhasil kami akan tindak lanjuti ke median jalan lain supaya ruas jalan di Manokwari lebih hijau,” ungkapnya.

Menurutnya, pada kegiatan tersebut Sebanyak 150 bibit pohon palem ditanam. Selain itu, dibagikan juga bibit berupa pohon palem, pucuk merah, mangga, dan matoa yang totalnya sebanyak 300 pohon.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada teman-teman dari IKT Manokwari yang sudah mendukung kegiatan ini dan kami berharap kolaborasi ini terus berjalan,” katanya.

Anakota mengimbau masyarakat Manokwari untuk mendukung aksi penghijauan dengan tidak merusak pohon yang ditanam di median jalan.

“Jangan sampai setiap ada kegiatan aksi dipangkas atau pada saat pembersihan median jalan dibabat karena kami ingin Manokwari juga seperti kota lain, hijau, adem, dan bersih,” tukasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *