MANOKWARI, SURYA ARFAK – Aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Manokwari menyerbu lapak pedagang kecil, khususnya mama-mama Papua, di Pasar Wosi, Kamis (5/11). Aksi belanja bersama ini merupakan bagian dari Gerakan Massal (Gemas) Belanja yang dipimpin langsung Bupati Manokwari Hermus Indou.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Manokwari Febelina Indou dan Sekda Yan Ayomi. Gemas Belanja diawali dengan apel gabungan di Terminal Wosi yang dipimpin Bupati Hermus Indou.
Usai apel, para kepala OPD mengarahkan staf masing-masing untuk masuk ke pasar dan berbelanja dagangan para pedagang. Melalui gerakan ini, ASN didorong berbelanja minimal Rp10 ribu sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan.
Hermus mengatakan Gemas Belanja bukan sekadar kegiatan berbelanja, tetapi upaya membangun kedekatan dan menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dengan para pedagang kecil.
“Kita ingin dekat dengan mereka. Antara mereka dengan kita ini satu kesatuan di kabupaten ini yang tidak bisa dipisahkan,” kata Hermus.
Menurutnya, para pedagang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menopang kehidupan keluarga mereka. Sementara pemerintah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, hubungan keduanya perlu dijaga agar dapat saling mendukung kemajuan pembangunan daerah.
Hermus menyebut Gemas Belanja juga menjadi wujud kepedulian dan kepercayaan ASN sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Kehadiran pegawai pemerintah di pasar diharapkan membantu pedagang yang membawa hasil kebun dan sayuran dari kampung agar dagangannya lebih cepat terjual.
“Kehadiran kita hari ini bisa membantu mereka pulang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan,” ujarnya.
Hermus berharap Gemas Belanja tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin, bahkan satu kali setiap bulan. Ia mengajak seluruh ASN menjadikan kepedulian dan kasih kepada masyarakat sebagai dasar dalam menjalankan pelayanan publik.
“Biarlah cinta dan kasih sayang kita kepada masyarakat di Kabupaten Manokwari menjadi dasar bagi pelayanan kita kepada masyarakat. Biarlah ada yang bisa keluar dari kantong kita membuat orang lain bisa mengalami kehidupan di sana,” tutup Hermus. (SA01)








