Hermus Desak Balai Jalan Nasional Ikut Tanggung Ganti Rugi Pelebaran Jalan Esau Sesa

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari Hermus Indou mendesak Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat ikut membantu pembiayaan ganti rugi lahan untuk pelebaran Jalan Esau Sesa. Ia meminta beban pembiayaan tidak sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Jangan bebankan semua ke Pemprov Papua Barat untuk bayar. Masa kamu bangun jalan tol dengan apa segala macam kamu bisa bayar, kok terus ini ruas jalan kamu. Kamu bantu bayar,” tegas Hermus dalam rapat pembahasan pelebaran Jalan Esau Sesa, Rabu (4/11).

Dalam rapat tersebut, Hermus juga menyampaikan sejumlah masukan Pemkab Manokwari agar penataan dan pelebaran ruas jalan dapat dilakukan secara efektif, efisien, serta mendukung kebutuhan perkembangan kota.

Ia meminta pemerintah menyepakati terlebih dahulu luas dan arah pelebaran jalan, termasuk pembagian ruang di sisi kiri dan kanan. Menurutnya, perencanaan harus mengakomodasi infrastruktur pendukung seperti drainase, trotoar, dan jaringan utilitas.

Hermus menyoroti penempatan pipa air bersih dari Maruni yang berada di pinggir badan jalan. Kondisi tersebut dinilai kurang terintegrasi karena jika terjadi kebocoran, jalan yang telah dibangun berpotensi dibongkar kembali. Karena itu, ia meminta ruang khusus untuk jaringan air dan sistem drainase disiapkan sejak tahap perencanaan.

Selain itu, Hermus mengusulkan efisiensi pembiayaan dengan mengkaji arah pelebaran agar tidak membutuhkan biaya pembebasan lahan yang terlalu besar di kedua sisi jalan. Ia juga meminta peningkatan kualitas jalan dilakukan dengan meluruskan bagian ruas yang selama ini berkelok, bukan sekadar mengikuti kondisi jalan lama.

Terkait pembangunan dua jalur dari Jembatan Fulica hingga Maruni, Hermus mengusulkan agar pelebaran diarahkan ke sisi yang dinilai lebih efisien, bukan ke arah gunung maupun bandara yang berpotensi membutuhkan biaya lebih besar.

Menurutnya, penataan tersebut sekaligus dapat membuka ruang pandang ke kawasan bandara sehingga masyarakat yang melintasi jalan dapat menikmati pemandangan pesawat. Ruang untuk trotoar modern dan sistem drainase juga perlu dipisahkan dari jalur utilitas agar setiap fungsi infrastruktur tertata dengan baik.

“Utilitas harus dipisahkan, tidak boleh trotoar digabung dengan utilitas. Melalui pelebaran jalan ini, inilah waktunya Manokwari bertransformasi. Papua Barat bertransformasi dan kita pun bisa,” ujar Hermus. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *