SMSI Tegaskan Posisi sebagai Mitra Strategis Sekaligus Pengawas Pemerintahan Prabowo

JAKARTA, SURYA ARFAK – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis sekaligus pengawas jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Organisasi yang menaungi ribuan media siber di Indonesia itu memastikan tetap memberikan dukungan konstruktif, tanpa meninggalkan fungsi kritis pers terhadap kebijakan pemerintah.

Sikap tersebut mengemuka dalam diskusi terbatas yang digelar SMSI bersama sejumlah tokoh media dan pengamat politik di Restoran Kampung Kecil, Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/11) malam.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan diskusi tersebut membahas arah pemerintahan Prabowo di tengah dinamika global dan domestik. SMSI sepakat menjaga iktikad baik Presiden dalam memimpin bangsa, sekaligus memastikan kebijakan pemerintah tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

“Kita mendiskusikan secara terbatas mengenai jalannya pemerintahan. Kita sepakat menjaga pemikiran baik Bapak Prabowo, tetapi kami juga harus terus mencermati dan memberikan masukan konstruktif,” kata Firdaus.

Menurutnya, dukungan terhadap pemerintah tidak berarti menghilangkan sikap kritis. SMSI tetap akan memberikan catatan dan kritik apabila pelaksanaan kebijakan di lapangan tidak sejalan dengan tujuan maupun kepentingan publik.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Chrisnandi, yang merupakan mantan Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, menegaskan bahwa SMSI harus mengambil peran sebagai tulang punggung, katalisator dan stabilisator yang bergerak berdasarkan koridor konstitusi.

Ia menilai dukungan terhadap pemerintahan Prabowo perlu diberikan sepanjang niat dan tujuan pemerintah tetap berpihak pada kemajuan serta kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, jurnalis senior Hersubeno Arif mengingatkan pentingnya melihat kepemimpinan Prabowo secara proporsional dan objektif. Ia menilai terdapat keberpihakan yang jelas dari Presiden terhadap kepentingan nasional sehingga respons publik juga perlu dibangun berdasarkan penilaian yang objektif.

Diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Guru Besar STIK Polri Albertus, jurnalis senior Sukriansyah S. Latief, serta jajaran pengurus pusat SMSI.

Sebagai tindak lanjut, SMSI akan merangkum berbagai pandangan dan poin penting dalam diskusi tersebut menjadi dokumen rekomendasi strategis serta karya literatur. Dokumen itu rencananya disampaikan langsung kepada pemerintah sebagai kontribusi pemikiran dari kalangan industri media siber nasional.

Melalui sikap tersebut, SMSI ingin memastikan media siber tetap menjalankan peran strategis dalam kehidupan demokrasi, yakni mendukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif, independen dan konstruktif. (***/SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *