Manokwari, SURYA ARFAK – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Manokwari menolak hasil seleksi calon anggota DPRP Papua Barat jalur pengangkatan yang diumumkan Panitia Seleksi (Pansel) pada Rabu (8/1/2025).
Penolakan terjadi lantaran dua nama yang lolos seleksi itu diduga bukan berasal dari suku Arfak dan Doreri.
Ketua LMA Kabupaten Manokwari, Yusak Towansiba, mengatakan pihaknya pada Kamis (9/1/2025) hendak bertemu Kepala Kesbangpol Papua Barat dan Pansel untuk meminta penjelasan atas lolosnya dua nama itu.
“Namun karena Kepala Kesbangpol dan Pansel tidak ada, kami palang sementara kantor Kesbangpol sampai ada penjelasan dari Kepala Kesbangpol dan Pansel,” ungkap Yusak, melalui sambungan telepon, Kamis (9/1/2025) malam.
Menurut Yusak, pihaknya tidak setuju bila suku lain mengikuti seleksi di kabupaten Manokwari.
“Hasil yang diumumkan Pansel dari Arfak 2 orang, Doreri 2 orang, dan dari luar 2 orang. Kami tidak puas dengan hasil itu, maka kami adakan pertemuan di Dewan adat dan siapkan surat rekomendasi untuk disampaikan kepada Kepala Kesbangpol dan Pansel. Tapi karena mereka tidak ada di tempat, sehingga kami palang sementara kantor Kesbanbpol supaya ada penjelasan mengenai dua nama itu dulu,” bebernya.
“Mereka punya wilayah adat di mana dan kenapa digabungkan dengan kami di sini,” tegasnya.
Yusak mengatakan, sesuai rencana besok pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kepala Kesbangpol Papua Barat dan Pansel. Namun jika tidak ada penjelasan Kepala Kesbangpol dan Pansel, maka proses seleksi harus dibatalkan sambil menunggu pelantikan gubernur terpilih untuk membentuk Pansel baru.
“Itu komitmen kami kalau besok tidak ada jawaban dari Kepala Kesbangpol atau Pansel,” tandasnya.(SA01)








