Imbau Warga Waspadai Ancaman Kebakaran, Mugiyono: Jangan Buang Puntung Rokok Sembarang

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Masyarakat Kabupaten Manokwari diimbau mewaspadai ancaman kebakaran menyusul kondisi cuaca yang diperkirakan masih minim hujan hingga Oktober mendatang.

Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi rumput dan semak yang mulai mengering berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Mugiyono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, hujan diperkirakan baru akan kembali mengguyur Manokwari pada Oktober mendatang. Kondisi tersebut membuat wilayah yang sebelumnya hijau mulai mengalami kekeringan.

“Seperti di RTP Borarsi ini yang dulunya hijau sekarang kering bahkan pada beberapa bagian mulai tidak kelihatan rumputnya,” ungkap Mugiyono di RTP Borarsi, Selasa (11/8).

Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering dapat dengan mudah terbakar apabila tidak diantisipasi. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api.

Mugiyono secara khusus mengingatkan para perokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala atau belum benar-benar padam dapat memicu kebakaran ketika dibuang di kawasan yang dipenuhi rumput dan semak kering.

“Penyebab kebakaran biasanya sepele. Khusus untuk para perokok, sebelum membuang puntung rokok pastikan sudah benar-benar mati,” tegasnya.

Dia juga meminta puntung rokok yang sudah dipadamkan dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan dan tidak dibuang sembarangan.

Selain meningkatkan risiko kebakaran, kondisi kekeringan juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air. Debit air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai berkurang, termasuk kawasan dalam kota yang biasanya tidak mengalami persoalan kekurangan air.

Menurut Mugiyono, penurunan debit air tersebut salah satunya terlihat dari berkurangnya debit air sumur akibat kondisi cuaca yang masih kering.

Karena itu, dia meminta masyarakat ikut menjaga kawasan hutan, terutama hutan di sekitar sumber mata air. Menurutnya, kelestarian kawasan tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang.

“Mari kita menjaga lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekitar rumah kita,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *