MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, resmi menutup turnamen futsal SMANDA Cup IV Tahun 2026, Kamis (6/8). Turnamen tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ruang pembinaan, pencarian bakat, penguatan persaudaraan, serta wadah kolaborasi antara sekolah, alumni, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Yan Ayomi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut hingga berjalan dengan aman dan sukses.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Alumni SMA Negeri 2 Manokwari Angkatan 19, panitia pelaksana, pihak sekolah, para sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, wasit, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen ini,” katanya.
Menurutnya, penyelenggaraan SMANDA Cup IV membuktikan bahwa para alumni tidak hanya memiliki ikatan emosional dengan almamater, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan generasi muda melalui kegiatan yang positif, produktif, dan memperkuat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa turnamen futsal tidak sekadar menjadi ajang untuk meraih kemenangan, melainkan juga menjadi sarana membangun disiplin, kerja sama, kejujuran, tanggung jawab, ketangguhan mental, serta sikap saling menghormati.
“Di dalam pertandingan, kita belajar bahwa kemampuan individu memang penting, tetapi kemenangan hanya dapat diraih melalui kekompakan tim. Nilai ini juga berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. Kemajuan Manokwari tidak dapat diwujudkan oleh satu orang atau satu kelompok saja, melainkan melalui kolaborasi dan semangat bersama dalam filosofi ‘Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari’,” ujarnya.
Yan Ayomi juga menyampaikan ucapan selamat kepada para juara dan meminta mereka untuk terus meningkatkan kemampuan tanpa melupakan sikap rendah hati.
“Kepada tim yang berhasil meraih juara, saya menyampaikan selamat dan sukses. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tetap rendah hati. Jangan cepat berpuas diri, karena seorang juara sejati bukan hanya yang mampu memenangkan pertandingan, tetapi juga yang mampu menjaga sikap dan memberi teladan,” katanya.
Sementara itu, kepada tim yang belum berhasil meraih prestasi terbaik, ia mengingatkan agar tidak menjadikan kekalahan sebagai akhir dari perjuangan.
“Kekalahan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan bagian dari proses untuk mengenali kekurangan, memperbaiki diri, dan bangkit menjadi lebih kuat. Dalam olahraga maupun kehidupan, keberanian untuk kembali mencoba jauh lebih berharga daripada menyerah karena kegagalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persaudaraan yang telah terbangun selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, persaingan hanya terjadi di dalam lapangan, sedangkan di luar lapangan seluruh peserta tetap merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Kabupaten Manokwari.
Pemerintah Kabupaten Manokwari, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga yang dilaksanakan secara terencana, edukatif, dan berkelanjutan.
“Kita berharap dari turnamen-turnamen seperti ini akan lahir bibit-bibit atlet futsal yang berbakat, berkarakter, dan kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Manokwari pada tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Yan Ayomi berharap SMANDA Cup tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda di Kabupaten Manokwari. (SA01)








