MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 34 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Manokwari mulai mengikuti pelatihan dan pembinaan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi. Kegiatan yang berlangsung selama 25 hari itu dibuka oleh Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, Selasa (21/7).
Mugiyono mengatakan menjadi anggota Paskibra bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial, melainkan sebuah kehormatan yang diraih melalui prestasi, keteladanan, dan kedisiplinan.
“Tugas mengibarkan Sang Merah Putih merupakan amanah negara yang mengandung nilai kebangsaan, persatuan, dan penghormatan terhadap simbol kedaulatan Republik Indonesia,” katanya.
Menurutnya, pelatihan tersebut harus dimaknai sebagai proses pembentukan generasi muda yang siap mengemban tanggung jawab dengan disiplin dan dedikasi tinggi.
Ia menegaskan, anggota Paskibra merupakan representasi pemuda-pemudi terbaik yang dipersiapkan menjadi teladan dalam kedisiplinan, ketertiban, ketangguhan, serta kemampuan bekerja secara terarah. Selain itu, para peserta juga dibentuk agar memiliki jiwa patriotisme, nasionalisme, integritas, kepemimpinan, dan semangat gotong royong.
“Melalui proses pelatihan dan pembinaan ini, para peserta akan ditempa secara fisik, mental, dan spiritual agar menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Gidzon Mandacan, mengatakan pelatihan dan pembinaan berlangsung selama 25 hari, mulai 21 Juli hingga 17 Agustus 2026, dengan seluruh kegiatan dipusatkan di RTP Borarsi.
Sebanyak 34 peserta akan menjalani berbagai materi pembinaan sebagai persiapan untuk bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Manokwari. (SA01)








