MANOKWARI, SURYA ARFAK – Perubahan kelembagaan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua menjadi babak baru bagi kemajuan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembangunan di Tanah Papua.
Peresmian perubahan status tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung papan nama Institut IHTP Papua, Selasa (21/7).
Gubernur Papua Barat yang diwakili Asisten III Sekda Papua Barat, Abdul Latief Suaeri, menyambut baik transformasi tersebut. Menurutnya, perubahan STIH menjadi Institut IHTP Papua merupakan langkah maju yang sangat penting, tidak hanya bagi lembaga pendidikan itu sendiri, tetapi juga bagi kemajuan peradaban di Bumi Kasuari.
“Transformasi ini merupakan langkah maju yang luar biasa, tidak hanya bagi lembaga ini tetapi juga bagi kemajuan peradaban dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Kasuari,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran Institut IHTP Papua menjadi jawaban atas tantangan era modern yang semakin kompleks. Papua Barat membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami regulasi dan keadilan, tetapi juga memiliki kemampuan menguasai teknologi sebagai penggerak pembangunan daerah.
“Kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya paham regulasi dan keadilan, tetapi juga cakap dalam menguasai teknologi sebagai roda penggerak pembangunan daerah,” katanya.
Abdul Latief juga berpesan kepada pimpinan, dosen, dan seluruh tenaga kependidikan agar menjadikan momentum perubahan status ini sebagai pemacu untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola kampus.
“Jadikan kampus ini sebagai kawah Candradimuka yang melahirkan lulusan-lulusan cerdas, berintegritas tinggi, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Tanah Papua. Tetaplah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan yang berkeadilan dan menyejahterakan seluruh masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Institut IHTP Papua, Dr. Filep Wamafma, mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, yayasan, civitas akademika, hingga mahasiswa untuk bersama-sama membangun dan memajukan institut tersebut.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mewujudkan harapan dan mimpi anak-anak Papua Barat melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
“Semoga Institut IHTP menjadi berkat bagi masyarakat Papua Barat dan Tanah Papua,” ujarnya.
Filep juga menyampaikan terima kasih kepada yayasan, civitas akademika, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga perubahan status STIH Manokwari menjadi Institut IHTP Papua dapat terwujud.
“Mari buka babak baru dalam karya pendidikan di Tanah Papua,” ajaknya. (SA01)








