MANOKWARI, SURYA ARFAK – Tim Penggerak PKK Kabupaten Manokwari terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui sosialisasi “Pengolahan Limbah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik” yang digelar di Auditorium DPD PWKI Papua Barat, Jumat (8/5).
Ketua TP-PKK Kabupaten Manokwari, Febelina Indou menegaskan bahwa sampah bukanlah musibah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik.
Menurutnya, persoalan sampah rumah tangga merupakan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk di Kabupaten Manokwari. Limbah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kebersihan lingkungan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pola pikir baru bahwa sampah adalah sumber daya. Jika dikelola dengan benar, dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya pada bidang pangan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup.
TP-PKK, lanjutnya, berkomitmen menjadikan kader sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga. Kader didorong untuk terlebih dahulu mempraktikkan pengelolaan sampah di rumah, sebelum menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.
“Perubahan besar dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari memilah sampah, mengolah limbah organik menjadi kompos, hingga mengedukasi lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menambahkan, jika setiap rumah tangga mampu mengelola sampah secara mandiri, maka selain menjaga kebersihan lingkungan, juga dapat mendukung ketahanan pangan keluarga serta menciptakan nilai ekonomi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengurus TP-PKK Kabupaten Manokwari, pengurus TP-PKK distrik dan kelurahan, serta perwakilan organisasi perempuan.
TP-PKK Kabupaten Manokwari juga menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang lingkungan dan pertanian organik guna memberikan pemahaman praktis kepada peserta.
Febelina mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Mari kita jadikan rumah tangga sebagai pusat perubahan dan PKK sebagai gerakan perempuan yang peduli lingkungan,” tandasnya.
Usai mendengarkan materi, para peserta sosialisasi langsung menyaksikan demonstrasi pembuatan pupuk organik yang dipandu dua orang pemateri dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.
Demonstrasi itu mendapat sambutan antusias dari para peserta serta disaksikan langsung oleh Ketua TP-PKK Manokwari Febelina Indou dan Ketua GOW Kabupaten Manokwari Hj. Nurhaya Mugiyono. (SA01)








