MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sebanyak 17 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Citra dan Daya Saing Produk UMKM Berorientasi Ekspor tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (21–22/4/2026) ini diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat dan dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.
Dalam sambutannya, Dominggus Mandacan menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, termasuk di Papua Barat yang kaya akan sumber daya alam seperti hasil laut, produk pertanian, dan kerajinan tangan. Potensi tersebut dinilai sangat terbuka untuk menembus pasar internasional.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM di Papua Barat, seperti keterbatasan geografis, infrastruktur, logistik, serta minimnya pengetahuan terkait ekspor.
“Untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar global, diperlukan berbagai upaya strategis, salah satunya melalui bimbingan teknis seperti ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bimtek ini memiliki sejumlah manfaat penting. Pertama, peningkatan kualitas produk melalui kurasi agar memenuhi standar ekspor, termasuk pemanfaatan bahan lokal seperti sagu, kopi, ikan asap, noken, dan ukiran. Kedua, mendorong inovasi serta memberikan pendampingan teknis terkait prosedur ekspor. Ketiga, menjawab tantangan minimnya pengetahuan ekspor melalui digitalisasi UMKM dan sinergi dengan pemerintah.
Menurutnya, Papua Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, perikanan, hingga industri kreatif. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan pengetahuan, kesiapan administrasi, serta jaringan perdagangan yang memadai.
“Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha dapat naik kelas, dari produsen lokal menjadi eksportir yang siap bersaing di tingkat dunia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, Bondan Santoso menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha di daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong inovasi dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing produk, serta memberikan pemahaman yang sama terkait prosedur dan regulasi ekspor yang berlaku.
“Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan UMKM Papua Barat agar lebih siap memasuki pasar ekspor,” ungkapnya.
Adapun peserta bimtek terdiri dari 12 pelaku UMKM asal Kabupaten Manokwari dan 5 pelaku UMKM dari Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Pegunungan Arfak, dan Fakfak. (SA01)








