MANOKWARI, SURYA ARFAK – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah resmi berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB). Perubahan nama itu ditandai dengan launching oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Fauzan, Sabtu (23/8/2025).
Tak hanya itu, pada momen pengresmian perubahan nama tersebut juga diadakan peletakan batu pertama gedung UMPB oleh Wamen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Fauzan; Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan; Bupati Manokwari, Hermus Indou; Rektor UMPB, Hawa Hasan S.Sos, M.Pd; serta sejumlah pejabat terkait.
Menurut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Fauzan, perubahan tidak sekadar perubahan nama, tetapi juga perubahan tata kelola.
“Tidak kalah pentingnya adalah perubahan peran yang diharapkan akan dapat meningkatkan kontribusi, khususnya dalam pembangunan manusia unggul di daerah Papua,” ujarnya.
Fauzan berharap Universitas Muhammadiyah Papua Barat menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah serta meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Manokwari dan provinsi Papua Barat.
“Ini harapan dari kementerian. Oleh karena itu, sebagaimana yang saya katakan tidak ada lain pilihannya kecuali harus berkolaborasi dan Pak Gubernur sudah sangat luar biasa, Pak Bupati juga sangat luar biasa memberikan ruang yang sangat luas untuk bisa terjalinnya kolaborasi itu,” katanya.

Ketua LL Dikti Wilayah XIV, Dr. Suriel Mofu, mengatakan bahwa UMPB merupakan perguruan tinggi ke-24 dan universitas ke-27 di tanah Papua.
Pengembangan STKIP menjadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat, kata dia, merupakan hal yang wajar sebagai akibat dari peningkatan kualitas tenaga pengajar yang dimiliki maupun pengembangan sarana prasarana, serta program studi (Prodi) yang dimiliki.
“Dan ini suatu wujud dari peningkatan pendidikan tinggi di tanah Papua. Jadi saya melihat bahwa Universitas Muhammadiyah lahir karena kualitas yang meningkat karena kalau dia tidak berkualitas tidak mungkin dia mendapat dukungan kementerian untuk diberikan izin atau SK Menteri tentang pendiriannya,” ujarnya.
Kehadiran Universitas Muhammadiyah di ibukota provinsi Papua Barat, lanjut Mofu, semakin menambah warna pendidikan tinggi karena UMPB berbasis pada pendidikan yang berbeda dengan universitas lain.
Di Universitas Negeri Papua (Unipa) juga ada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Karena itu, Mofu berharap UMPB akan mengimbangi selain dengan program pendidikan yang sudah ada, juga membuka program studi baru untuk memenuhi kebutuhan di daerah.
“Saya sampaikan selamat untuk Universitas Muhammadiyah Papua Barat sudah hadir, sudah berubah bentuk, memiliki kesempatan dan peluang yang besar untuk membuka prodi-prodi lain di bawah universitas ini dalam tata kelola nomenklatur Universitas Muhammadiyah Papua Barat,” tukasnya. (SA01)








