SMA Negeri 1 Manokwari Nyalakan Obor Pembinaan Karakter Generasi Muda melalui Perseraka

Manokwari, SURYA ARFAK — Pada akhir pekan kemarin SMA Negeri 1 Manokwari menggugah kembali denyut kebangsaan dan kepedulian melalui kegiatan Perkemahan Selasa–Rabu–Kamis (Perseraka) di halaman sekolah tersebut.

Sebanyak 66 peserta dari Pramuka Penegak dan Palang Merah Remaja (PMR) Wira mengikuti rangkaian kegiatan yang dipenuhi semangat kolaborasi dan dedikasi lintas organisasi.

Saat membuka kegiatan itu, Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda P. Mandobar, M.Pd, menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orangtua, dan siswa dalam membina generasi muda yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berjiwa pemimpin dan berkarakter kemanusiaan yang tangguh.

“Kami bangga, SMA 1 kembali berdenyut. Pandemi telah memaksa kita diam, tapi kini kita kembali melangkah dengan niat yang lebih besar untuk mencetak generasi pembaharu,” ujarnya.

Perkemahan kali ini tidak biasa karena untuk pertama kalinya, Pramuka Penegak dan PMR Wira bersatu dalam satu kegiatan besar. Kedua organisasi yang mengakar kuat dalam semangat kemanusiaan dan kepemimpinan ini diharapkan dapat melaksanakan kegiatan sesuai standar dan aturan yang berlaku, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai kolaboratif yang kekinian.

Ketua Harian Gugus Depan SMA Negeri 1 Manokwari, Josephina Aponno, M.Pd., mengungkapkan bahwa agenda kegiatan Pramuka kali ini mencakup rangkaian penting: Penerimaan Tamu Ambalan, Pelantikan Tanda Kecakapan Umum (TKU), Tanda Kecakapan Khusus (TKK), hingga pelantikan Majelis Pembimbing Gugus Depan.

Di sisi lain, PMR Wira turut melaksanakan pelantikan anggota baru sambil menyelaraskan diri dengan kegiatan bersama hingga puncak kegiatan outbond yang sarat makna solidaritas.

Hadir pula UKM Pramuka Universitas Papua (Unipa) yang turut menyokong kegiatan itu. Yohanes Ada Lebang, SP., M.Si., selaku Pembina UKM Pramuka dan UKM KSR PMI Unit Unipa, menyampaikan rasa syukur bahwa kegiatan dapat berjalan lancar.

“Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam mendampingi Gugus Depan Pramuka di Manokwari. Dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak, semua harus mendapat pembinaan yang utuh dan berkelanjutan,” tuturnya.

Yohanes berharap pemerintah daerah melalui dinas pendidikan serta masyarakat Manokwari menyadari pentingnya kedua organisasi internasional ini sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda.

“Revitalisasi Gerakan Pramuka harus dilakukan secara terencana, bukan sekadar seremonial. Kita butuh generasi yang cerdas, tangguh, unggul, terampil, kreatif, inovatif dan mandiri serta profesional—bukan hanya pengguna teknologi, tapi juga pencipta masa depan,” tegasnya.

Di sela-sela kegiatan ini, Yohanes —yang akrab disapa “Joe”— mengabarkan bahwa akan ada perkemahan lanjutan yang lebih besar pada 6-8 Juni 2025 di kampus Unipa.

Perkemahan itu akan melibatkan berbagai Gudep Penegak SMA/SMK binaan UKM Pramuka Unipa seperti SMA Negeri 1 Manokwari, SMA Negeri 2 Manokwari, SMK Kehutanan Negeri Manokwari, SMA Taruna Kasuari Nusantara, SMA YPK Imanuel Pasir Putih, serta SMK Negeri 1 Manokwari.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Rektor Unipa, civitas akademika, para kepala sekolah, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari gerakan ini. Inilah cara kami merawat masa depan. Praja Muda Karana!” tandasnya. (rls/SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *