Teluk Wondama, SURYA ARFAK – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Teluk Wondama, dalam rangka menghadiri acara serah terima jabatan bupati/wakil bupati periode 2021-2025, Hendirk S. Mambor dan Andarias Kayukatui, kepada bupati periode 2025-2030, Elysa Auri dan Anthonius Alex Marani.
Berlangsung dengan prosesi adat masyarakat setempat menyambut gubernur dan rombongan menuju lokasi kegiatan, terpusat pada komplek perkantoran yang beralamat di distrik Rasei, sekitar pukul 13.00 WIT.
Gubernur Dominggus Mandacan dalam kesempatan itu berpesan kepada bupati yang baru untuk merangkul kembali seluruh masyarakat. Bersatu tanpa perbedaan dengan melupakan proses politik yang sudah berlalu.
Menurut Dominggus, bupati dan wakil bupati milik seluruh lapisan masyarakat Teluk Wondama. Untuk itu, perbedaan, pertentangan, dan permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pilkada lalu hendaknya lebur dan luluh dalam suatu kebersamaan dan secepat mungkin merangkul semua kelompok masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran.
“Masa politik, pertarungan itu sudah selesai. Mari kita bersatu bergandengan tangan dengan berbagai suku yang ada, baik suku-suku Papua maupun suku Nusantara untuk bersama membangun Papua Barat,” ujar Dominggus.
Dominggus juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Papua Barat khususnya masyarakat kabupaten Teluk Wondama yang telah menggunakan hak suaranya dan berpatisipasi serta menjaga keamanan selama pelaksanaan pemilu.
“Keamanan dan ketenteraman ini mari tetap kita jaga dalam mendukung jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di kabupaten Teluk Wondama,” tandasnya.

Bupati Teluk Wondama periode 2021-2025, Hendrik S. Mambor, dalam kesempatan itu memaparkan sejumlah prestasi pembangunan baik di bidang infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, pembangunan wisata religi dan ekonomi budaya serta pelayanan kemasyarakatan lainnya.
“Dalam masa kepemimpinan kami tentu masih ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. Seperti pembangunan Bandar Udara I.S. Kijne. Kami menitipkan agar bisa dilanjutkan pembangunannya. Hal lainnya yaitu keberlanjutan pembangunan batu peradaban bukit Aitumieri,” sebutnya
Menurut Mambor, Teluk Wondama memiliki dua meterai yakni meterai dari para leluhur dan meterai dari penginjilan. Dua meterai ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan organisasi di kabupaten Teluk Wondama.
“Saya berharap sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus diterapkan demi pembangunan dan keberlanjutan pembangunan Teluk Wondama. Saya berharap semua pihak juga dapat mendukung bupati dan wakil bupati yang baru dalam melaksanakan program pembangunan,” tukasnya.

Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, dalam kesempatan usai sertijab, menyambut baik kunjungan kerja Gubernur Papua Barat di daerahhnya ini. Mengawali masa kepemimpinan gubernur di periode kedua ini, menurutnya, merupakan suatu kehormatan dan kebanggan tersendiri bagi Pemkab Teluk Wondama.
Pihaknya juga berjanji hendak melanjutkan pembangunan yang telah ditapaki oleh bupati periode sebelumnya termasuk merangkul seluruh lapisan masyarakat.
“Ini merupakan suatu penghargaan dan kebanggaan serta sukacita bagi kami. Atas kunjungan perdana yang dilakukan oleh Bapak Gubernur setelah dilantik. Proses pemerintahan ini ada masa demokrasi yang telah kita berikan kepada warga masyarakat untuk menentukan pimpinan. Dari tadi memori pembangunan saya sudah terima dan kami siap sempurnakan tapi juga kami akan mencapai tingkatan yang belum dilakukan. Politik sudah selesai jadi mari kita bahu membahu untuk membangun Teluk Wondama,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MPR Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak, Forkopimda setempat, dan tamu undangan lainnya.
Sementara pejabat Pemprov Papua Barat yang mendampingi gubernur dalam kunker ini, yakni Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Papua Barat, Barnabas Dowansiba; Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Melkias Werinussa; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Papua Barat, Helen F. Dewi; Kepala Bappeda Papua Barat, Desi Tatelepta; dan pejabat Fungsional, Eduard Nunaki. (SA01)








