MANOKWARI, SURYA ARFAK – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, meminta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum mendapatkan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bersabar. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) sedang memproses perluasan layanan agar penerima manfaat di seluruh wilayah dapat terlayani.
Mugiyono mengatakan, masih terdapat sejumlah wilayah 3T di Kabupaten Manokwari yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar pelayanan MBG dapat segera menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.
“Untuk daerah 3T di Kabupaten Manokwari yang belum memiliki SPPG, harap bersabar karena BGN akan memproses sampai penerima manfaat di semua daerah mendapatkan pelayanan MBG. Itu juga menjadi komitmen kita bersama,” kata Mugiyono, saat menghadiri aktivitas 16 SPPG 3T Papua Barat di SPPG Pami Kampung Sairo, Distrik Manokwari Utara, Jumat (2/10).
Ia mengakui dalam pelaksanaan program MBG masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki. Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak dapat digeneralisasi karena sebagian besar pelaksanaan program tetap berjalan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Bila terjadi hal-hal yang kurang pas, jangan disamakan karena itu hanya kasus. Sebagian besar masih tetap baik. Kepala BGN juga sudah sampaikan memang ada yang belum pas, tetapi sebagian besar mereka bersyukur,” ujarnya.
Mugiyono menyebut pemerintah daerah juga pernah berdialog langsung dengan masyarakat di wilayah terpencil terkait pelaksanaan program MBG. Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan harapan agar program tersebut dapat segera hadir di wilayah mereka.
“Kami juga pernah berdialog dengan masyarakat daerah terpencil. Mereka sangat berharap ada MBG karena mereka belum mendapatkannya,” katanya.
Karena itu, Mugiyono meminta kesempatan kehadiran pejabat BGN di daerah dimanfaatkan untuk membahas percepatan pelayanan MBG di wilayah yang belum terjangkau. Ia berharap Koordinator Regional SPPG Papua Barat dapat berkoordinasi dengan BGN agar kebutuhan masyarakat tersebut segera direalisasikan.
“Mumpung ada pejabat BGN, Ibu Koordinator Regional bisa didiskusikan agar secepatnya itu bisa terealisasi,” kata Mugiyono. (SA01)








