Sayangkan Penunjukan Plt Ketua AFK Manokwari, Hermus: Pergantian Harus Objektif Bukan karena Suka atau Tidak Suka

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyayangkan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Manokwari oleh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua Barat. Menurutnya, setiap pergantian pengurus organisasi olahraga harus didasarkan pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) serta dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Hermus mengatakan, sebagai pemerintah daerah pihaknya mempertanyakan dasar penunjukan Plt tersebut karena kepengurusan AFK Manokwari baru terbentuk melalui kongres tahun lalu, telah menerima surat keputusan (SK), dan sudah melaksanakan musyawarah kerja.

“Sebagai pemerintah daerah, kami sangat menyayangkan karena AFK Manokwari baru selesai kongres tahun lalu, sudah menerima SK dan melanjutkan musyawarah kerja. Mestinya diberikan kesempatan kepada pengurus untuk bekerja dan berkarya memajukan futsal di Kabupaten Manokwari,” ujar Hermus, Senin (6/7).

Ia menegaskan, pergantian pengurus harus dilakukan secara objektif sesuai ketentuan organisasi. Karena itu, AFP Papua Barat perlu menjelaskan apakah terdapat pelanggaran serius terhadap AD/ART yang menjadi dasar penunjukan Plt.

“Biasanya pergantian pengurus harus berdasarkan aturan main AD/ART. Apakah pengurus AFK Manokwari melakukan pelanggaran yang sangat serius sehingga harus diganti? Pergantian harus objektif, tidak boleh didasarkan pada hal-hal yang subjektif seperti suka dan tidak suka,” katanya.

Menurut Hermus, perkembangan futsal di Kabupaten Manokwari dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Sistem pembinaan mulai dibenahi dan aktivitas organisasi dinilai semakin berjalan. Karena itu, ia berpendapat pengurus AFK Manokwari seharusnya mendapat apresiasi.

“Kalau melihat perkembangan futsal hari ini, futsal di Kabupaten Manokwari mulai bertumbuh dan mulai dibenahi sistemnya. Seharusnya rekan-rekan AFK Manokwari diberikan apresiasi, bukan sebaliknya diturunkan Plt,” ujarnya.

Hermus juga meminta seluruh pihak mengelola organisasi futsal secara profesional dan tidak menjadikan cabang olahraga sebagai kepentingan pribadi. Menurutnya, pemimpin organisasi olahraga harus memiliki komitmen membangun pembinaan secara nyata dan bertanggung jawab.

“Bukan berarti saya memihak, tetapi saya bicara apa adanya. Mari lakukan hal yang benar untuk kemajuan futsal di Kabupaten Manokwari. Semua orang harus berpartisipasi membangun olahraga,” katanya.

Selain itu, Hermus menilai setiap keputusan pergantian pengurus perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan polemik.

“Kalau ada pergantian, harus dijelaskan dengan benar kepada masyarakat mengapa AFK diganti. Alasannya harus logis dan sesuai aturan. Kalau ada pelanggaran serius terhadap AD/ART, baru bisa diganti. Kalau tidak ada, maka tidak boleh. Mari lakukan yang benar untuk kabupaten ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua AFP Papua Barat, Aloysius Siep, melalui pemberitaan di media menyatakan telah menunjuk tujuh pelaksana tugas ketua AFK di Papua Barat sebagai tindak lanjut hasil Kongres Biasa AFI dan evaluasi organisasi guna memperbaiki tata kelola serta mengoptimalkan pembinaan futsal di daerah. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *