MANOKWARI, SURYA ARFAK – Cakupan pendaftaran keluarga dalam program Digitalisasi Bantuan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kabupaten Manokwari baru mencapai 11,19 persen. Dari target 70.168 kepala keluarga (KK), baru 7.895 KK yang terdaftar hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manokwari, James A. Woria, mengatakan pihaknya terus mendorong berbagai upaya percepatan pendaftaran agar target tersebut dapat tercapai hingga akhir Desember 2026.
Menurut James, tantangan tidak hanya terletak pada rendahnya cakupan pendaftaran, tetapi juga pada tingkat keaktifan agen. Dari total 1.046 agen Perlinsos yang terdaftar, baru 288 agen atau 27,53 persen yang aktif membantu proses pendaftaran. Sementara itu, 758 agen lainnya belum aktif.
Berdasarkan tren pendaftaran, jumlah pendaftaran harian sempat mencapai puncak sekitar 537 pada 24 September 2026. Lonjakan berikutnya terjadi pada awal Oktober dengan sekitar 423 pendaftaran. Namun, proses pendaftaran belum berjalan merata di seluruh wilayah Kabupaten Manokwari.
James menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah gangguan pada portal Perlinsos yang menyebabkan proses pendaftaran tidak maksimal memasuki Oktober. Selain itu, kualitas jaringan internet dan keterbatasan sarana pendukung di sejumlah distrik dan kampung turut menghambat pelayanan. Kurangnya keaktifan sebagian agen juga menjadi tantangan tersendiri.
Untuk mempercepat capaian, Dinas Sosial akan mendorong pendaftaran keluarga, terutama di kampung dan kelurahan dengan cakupan rendah. Aktivasi agen juga perlu diperkuat melalui pendampingan, pembagian wilayah kerja, serta pemantauan terhadap agen yang belum aktif.
Strategi lainnya adalah memperluas pelayanan jemput bola melalui sosialisasi dan pendaftaran langsung di kampung, kelurahan, serta titik pelayanan masyarakat. Dinas Sosial juga mendorong penguatan sarana pendukung, termasuk perangkat dan jaringan internet agar agen dapat melayani masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan konektivitas.
James menegaskan, pemantauan berkala juga diperlukan untuk memastikan percepatan berjalan efektif. Evaluasi mingguan akan menjadi bagian penting untuk memantau jumlah keluarga terdaftar, keaktifan agen, kendala lapangan, serta capaian pendaftaran di setiap wilayah.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan bersedia menjadi agen pendaftaran Perlinsos. Dukungan pemerintah kampung, kelurahan, agen, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pendaftaran hingga mencapai target 70.168 KK pada akhir Desember 2026. (SA01)








