MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari berupaya melindungi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja dari perambahan permukiman dengan membangun sejumlah ruas jalan yang mengitari kawasan tersebut. Pembangunan jalan sekaligus diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata Gunung Meja.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan pembangunan ruas jalan Kampung Ambon-Sarina dan Kampung Ambon-Ayambori merupakan bagian dari upaya mengembangkan destinasi pariwisata TWA Gunung Meja.
Untuk tahap awal, pembangunan dimulai dari ruas jalan Kampung Ambon-Sarina. Selanjutnya, pemerintah daerah merencanakan pembangunan ruas Sarina-Insifuri dan Sarina-Manggoapi pada tahun berikutnya.
“Tahun depan kita bangun jalan Sarina-Insifuri dan Sarina-Manggoapi. Pembangunan jalan itu sekaligus untuk memagari Gunung Meja dari perambahan kawasan permukiman,” tegas Hermus saat launching pembangunan Jalan Kampung Ambon-Sarina, Sabtu (26/9).
Menurut Hermus, pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga kawasan Gunung Meja agar tidak terus dirambah untuk permukiman. Pemerintah daerah ingin memastikan kawasan TWA Gunung Meja tetap terjaga dan dilestarikan.
“Kita ingin melestarikan gunung ini dan tidak boleh ada lagi kawasan permukiman yang merambah hutan Gunung Meja. Kawasan TWA Gunung Meja harus kita jaga dan lestarikan sebagai paru-paru Kota Manokwari,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan, Hermus mengatakan ruas jalan baru tersebut juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jalan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga maupun bersantai.
“Tidak ada strategi lain selain kita bangun dan kita pagari. Sekaligus, jalan ini akan menjadi ruas baru yang membahagiakan masyarakat karena pagi dan sore hari bisa dimanfaatkan untuk berolahraga atau bersantai menikmati keindahan Kota Manokwari, baik siang maupun malam hari,” kata Hermus. (SA01)








