MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari Hermus Indou meminta pelaksanaan pengecoran jalan lingkungan mulai tahun depan menggunakan sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat.
Hal itu disampaikan Hermus dalam rapat koordinasi bersama pimpinan perangkat daerah, kepala distrik dan lurah, Senin (14/9). Ia menegaskan pekerjaan jalan lingkungan yang berskala kecil tidak lagi dilakukan melalui proyek yang dikerjakan pihak ketiga.
“Jadi tahun depan kita anggarkan pengecoran jalan lingkungan tidak diproyekkan, semua dikerjakan oleh masyarakat sendiri,” tegas Hermus.
Menurutnya, pekerjaan pengecoran jalan lingkungan dapat diserahkan kepada masyarakat melalui RT atau RW bersama warga di wilayah masing-masing. Selain mempercepat pembangunan, pola tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Untuk tahun depan cor jalan lingkungan kasih RT atau RW di situ bersama masyarakat untuk kerjakan. Jadi tidak ada lagi proyekkan kegiatan yang kecil-kecil, sudah tidak lagi mulai tahun depan,” ujarnya.
Hermus meminta perangkat daerah terkait menyiapkan pola pelaksanaan yang jelas agar sistem padat karya dapat berjalan tertib dan menghasilkan pekerjaan berkualitas. Masyarakat yang terlibat perlu diberikan arahan teknis sebelum pekerjaan dimulai.
Ia menekankan kualitas hasil pengecoran tetap harus menjadi perhatian meskipun pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memberikan panduan teknis mengenai komposisi dan metode pengecoran.
“Tapi pengecorannya harus dilakukan dengan baik agar kualitasnya juga baik. Rumus pengecorannya bagaimana dikasih kepada masyarakat agar mereka cor jalan dengan baik,” katanya.
Hermus berharap sistem tersebut dapat mengurangi kegiatan-kegiatan kecil yang selama ini diproyekkan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan masing-masing. (SA01)








