Manokwari, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengingatkan ASN dan honorer untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar.
ASN diingatkan untuk tidak menjadi provokator di lingkungan kerja, sementara honorer akan dievaluasi secara menyeluruh dan yang tidak efektif akan dihentikan karena terjadi pemborosan anggaran.
“Mari laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar. Jangan tuntut hak tapi kewajiban tidak dilaksanakan,” kata Hermus pada apel gabungan ASN di halaman kantor Bupati Manokwari, Senin (16/12/2024).
Menurut Hermus, saat ini ada orang yang berusaha memprovokasi pegawai di setiap perangkat daerah. Mereka yang memprovokasi pegawai dicatat dan dilaporkan kepada bupati.
“Stop provokasi. Kalau gaji terlambat ditanyakan, tidak boleh karena punya sentimen negatif karena faktor politik anda dimanfaatkan untuk membangun hal tidak baik. Mari hentikan hal tidak benar di instansi masing-masing. Kerja baik dan benar,” katanya.
Hermus menegaskan ASN yang menjadi provokator tinggal tunggu waktu untuk dipindahkan ke tempat lain dan akan dievaluasi setiap tiga bulan. Dirinya juga menegaskan tidak meperkenankan ASN Pemkab Manokwari pindah ke Pemprov Papua Barat.
“Saya akan tanda tangani surat untuk disampaikan ke Pemprov Papua Barat dan BKN,” tegasnya.

Menurut informasi, lanjut Hermus, ada rencana demo terkait hak atas tanah di bandara pada hari ini. Demo itu juga disponsori oleh pegawai di Pemkab Manokwari.
“Kalau tidak puas, gugat di pengadilan. Kalau punya legal standing baru mengeluarkan uang pemerintah untuk bayar. Anda punya hak di tanah bandara atau tidak? Jangan banyak rekayasa di atas tanah ini. Yang punya hak sudah terima dan kita mau membangun. Tapi kita mau membangun daerah jadi lebih baik, ada yang mau menghambatnya,” bebernya.
Untuk honorer, menurut Hermus, akan dibentuk tim untuk melakukan evaluasi honorer secara menyeluruh. Jika tidak efektif melaksanakan tugas akan dihentikan karena terjadi pemborosan anggaran.
“Terutama yang suka demo itu. Ada kontribusi apa, sehingga melakukan demo,” katanya.
Bahkan, Hermus juga menyampaikan bahwa ada pegawai yang meminta bantuan dana, namun setelah dibantu dana itu dipakai untuk membiayai kegiatan politik.
“Politik sudah selesai. Mari laksanakan tugas dengan tertib, baik, dan benar. Mari kerja baik sudah,” tukasnya.(SA01)








