Bupati Hermus: Jangan hanya Datang Mengambil Keuntungan di Tanah Papua lalu Membangun di Daerah Lain

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa Papua bukan sebagai dapur atau kebun bagi setiap orang yang datang dan mau hidup di sini, lalu memakai teori ekskavator untuk mengambil dari sini kemudian membuangnya di daerah lain.

“Pertumbuhan pembangunan menjadi lambat karena uang-uang yang ada di tanah Papua yang triliunan Rupiah nginap di bank-bank hanya enam bulan. Setelah itu keluar kemana, kita tidak tahu di mana rimbanya,” kata Hermus, Kamis (3/7/2025).

Yang diharapkan, kata Hermus, kalau ada triliunan Rupiah di Papua, uang itu juga bisa berputar di tanah Papua. Bila uang itu bisa berputar dengan baik, nilai tambah ekonominya pasti didapatkan, investasi akan bertumbuh di mana-mana, lapangan pekerjaan bisa tersedia untuk masyarakat dan juga anak-anak Papua, kemudian masalah kemiskinan dan pengangguran di tanah Papua dapat diselesaikan.

“Tapi problemnya adalah kita semua hanya melihat Papua ini sebagai tempat di mana kita mengusahakan kesejahteraan kita, lalu apa yang kita dapat kita tidak mau berinvestasi dan tidak mau melakukannya di sini,” katanya.

Hermus berharap pendekatan-pendekatan dan kebiasaan-kebiasaan lama itu dihentikan dan setiap orang yang menginjakkan kaki di tanah Papua harus berkata kepada dirinya “saya orang Papua dan saya wajib berkontribusi untuk kemajuan pembangunan di sini”.

“Karena banyak orang yang akhir-akhir ini kalau kita lihat rumahnya biasa-biasa saja, tetapi kemudian setelah pensiun dia pulang dari sini, dia pergi keluar karena rumahnya sudah terbangun mewah di tempat yang lain. Saya punya kerinduan kalau ada yang punya uang lebih ataupun cukup, dia membangun untuk membuat Papua ini jadi indah, mambuat Papua ini jadi baik dilihat,” ungkapnya.

Jika itu yang dilakukan, menurut Hermus, itu adalah bukti kecintaan terhadap tanah dan negeri Papua. Karena itu, dia pun berharap semua orang yang ada di tanah Papua berbakti untuk Papua.

“Atas nama seluruh rakyat Papua kami berterima kasih kepada bapak-ibu yang punya hati untuk tanah Papua, tidak hanya mau mengambil keuntungan dari tanah Papua tapi mau ada bersama-sama dengan kami yang berkulit hitam dan berambut keriting ini untuk kita membangun tanah dan negeri ini bersama-sama,” pungkasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *