Puskesmas Prafi Lakukan Cek Kesehatan Gratis bagi 2.857 Siswa di 22 Sekolah

MANOKWARI, SURYA ARFAK — Puskesmas Prafi di Kabupaten Manokwari telah melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di 22 sekolah yang tersebar di 16 kampung wilayah kerjanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah.

Kepala Puskesmas Prafi, Ferdinand E. Woof, menjelaskan bahwa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dimulai sejak 20 Agustus 2025. Hingga 10 Oktober 2025, sebanyak 13 SD, 6 SMP, dan 3 SMA telah mendapatkan layanan pemeriksaan.

“Capaian yang kami peroleh sejak 20 Agustus hingga 10 Oktober 2025 mencapai 2.857 siswa,” ungkap Ferdinand dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, pada Sabtu (11/10/2025).

Pemeriksaan kesehatan meliputi status gizi, penglihatan, pendengaran, gigi, kesehatan jiwa, serta skrining penyakit seperti TBC, anemia, dan Hepatitis B/C. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Selain itu, dilakukan pula deteksi dini perilaku merokok dan aktivitas fisik, serta skrining talasemia dan imunisasi HPV untuk pencegahan kanker serviks.

Ferdinand menjelaskan, tindak lanjut dari hasil pemeriksaan dilakukan dalam dua bentuk, yakni individual dan kelompok. “Tindak lanjut individual dilakukan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sesuai hasil pemeriksaan masing-masing peserta didik. Sedangkan tindak lanjut kelompok dilakukan setelah analisis hasil CKG di setiap sekolah,” jelasnya.

Analisis hasil dilakukan oleh Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah untuk memetakan masalah kesehatan anak di wilayah kerja Puskesmas Prafi. Dari hasil analisis tersebut, dilakukan berbagai intervensi sesuai permasalahan yang ditemukan.

“Contohnya, jika banyak anak mengalami karies gigi, kami lakukan penyuluhan dan praktik sikat gigi yang benar. Jika banyak siswa mengalami obesitas, kami berikan edukasi gizi seimbang dan ajak mereka meningkatkan aktivitas fisik. Begitu juga jika ditemukan anak dengan kebugaran rendah, maka sekolah kami dorong membuat kegiatan olahraga rutin setiap minggu,” jelas Ferdinand.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, mengapresiasi langkah Puskesmas Prafi. Ia menilai kegiatan CKG sekolah merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga generasi muda agar tumbuh sehat dan produktif.

“Pemeriksaan seperti ini penting karena anak-anak adalah masa depan bangsa. Saya berharap program ini bisa terus diperluas agar semua sekolah di Papua Barat mendapat manfaatnya,” ujar Obet.

Dengan adanya program CKG sekolah, diharapkan masalah kesehatan anak dapat terdeteksi sejak dini, sehingga langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *