MANOKWARI, SURYA ARFAK — Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui BKKBN Perwakilan Papua Barat, memperkenalkan lima program quick win Kemendukbangga kepada masyarakat Manokwari. Sosialisasi tersebut berlangsung pada Sabtu (11/10/2025) sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan keluarga dan menurunkan angka stunting di Papua Barat.
Sekretaris BKKBN Papua Barat, Yahya Rumbino, menjelaskan bahwa lima quick win yang diperkenalkan meliputi GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan Super Apps Keluarga Indonesia.
“Untuk program GENTING, BKKBN Papua Barat menargetkan intervensi kepada 821 keluarga di Papua Barat dan 572 keluarga di Papua Barat Daya. Hingga September 2025, capaian di Papua Barat sudah 422 keluarga atau 51,4 persen, sedangkan Papua Barat Daya baru 108 keluarga atau 18,9 persen,” jelas Yahya.
Program GATI bertujuan meningkatkan peran ayah dalam tumbuh kembang anak. “Selama ini anak lebih dekat dengan ibu, padahal peran ayah juga penting. Misalnya mengantar anak ke sekolah atau menemani belajar di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, TAMASYA difokuskan pada pembentukan karakter dan psikologis anak melalui koordinasi dengan tempat penitipan anak dan sekolah-sekolah agar menyediakan permainan edukatif yang bermanfaat. Adapun SIDAYA menekankan pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan merasa dihargai di lingkungan keluarga.
“Kalau lansia tidak diberdayakan, syarafnya bisa lebih cepat melemah. Karena itu, kami dorong mereka tetap aktif dalam kegiatan positif,” ujar Yahya.

Selain itu, BKKBN juga memperkenalkan Super Apps Keluarga Indonesia, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyediakan berbagai layanan konsultasi dan informasi seputar keluarga. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi program BKKBN dan berkonsultasi terkait persoalan keluarga.
Anggota Komisi IX DPR RI, Obet Rumbruren, menyambut baik inovasi yang dilakukan Kemendukbangga. Ia menilai lima program quick win tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat Papua Barat.
“Program-program ini harus kita dukung bersama karena menyentuh langsung dengan ketahanan keluarga. Saya berharap masyarakat Papua Barat bisa ikut aktif berpartisipasi agar hasilnya terasa nyata,” ujar Obet.
Dengan diperkenalkannya lima quick win ini, diharapkan masyarakat Papua Barat dapat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam pembangunan manusia, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ketahanan keluarga. (SA01)








