Sinergi Pusat-Daerah: Dekranasda Manokwari dan Bupati Hermus Indou Angkat Karya UMKM Papua Barat

JAKARTA, SURYA ARFAK – Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, bertemu dengan Wakil Ketua I Dekranas Pusat, Sri Suparni Lahadalia, dalam momen pertemuan yang sarat kehangatan sekaligus penuh makna, Jumat (26/92025). Pertemuan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud apresiasi terhadap kiprah Sri Suparni Lahadalia yang senantiasa mendampingi suami tercinta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, dalam pengabdiannya.

Di hadapan Wakil Ketua I Dekranas Pusat, Febelina Indou memperkenalkan karya-karya pengrajin UMKM Manokwari yang sarat nilai budaya. Mulai dari kain batik khas Manokwari dengan motif simbol-simbol lokal, anyaman noken dari serat nanas, miniatur rumah kaki seribu, hingga olahan pangan tradisional seperti sari nanas dan kuliner khas Manokwari, Papua Barat. Menurutnya, produk-produk tersebut bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan representasi jati diri masyarakat Manokwari yang kaya akan kearifan lokal.

“Kami di Manokwari terus berupaya menumbuhkan semangat usaha perempuan agar mampu bersaing tanpa kehilangan akar budaya. Melalui Festival Mama-Mama Kreatif Manokwari yang kami gagas, kami ingin mengangkat potensi lokal agar dikenal lebih luas. Kami percaya, dengan dukungan dan arahan dari Dekranas Pusat, pelaku UMKM lokal di Manokwari akan semakin berdaya, tangguh, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Febelina Indou.

Dalam momen hangat itu juga, Febelina Indou menyampaikan permohonan kesediaan Sri Suparni Lahadalia untuk hadir dan secara resmi membuka Festival Mama-Mama Kreatif Manokwari, Papua Barat. Menurutnya, kehadiran Wakil Ketua I Dekranas Pusat akan menjadi penyemangat sekaligus pengakuan atas eksistensi perempuan kreatif Papua Barat yang berdaya melalui UMKM berbasis budaya.

Lebih jauh, Febelina Indou menegaskan komitmennya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebagaimana disampaikan dalam Rakernas Dekranas sebelumnya. Menurutnya, Asta Cita yang menekankan pada kemandirian ekonomi, penguatan UMKM, serta pemberdayaan perempuan merupakan arah besar pembangunan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Manokwari di bawah kepemimpinan Bupati Hermus Indou.

“Kami siap menjadi bagian dari gerakan nasional yang dibawa Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Asta Cita adalah fondasi yang harus kami wujudkan di daerah, dengan menjadikan UMKM lokal dan perempuan kreatif sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya. Lebih dari itu, Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden sejalan dengan visi misi pembangunan Bupati Manokwari, Bapak Hermus Indou, yang konsisten memberi ruang luas bagi perempuan dan UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Sri Suparni Lahadalia menyambut penuh apresiasi langkah Dekranasda Manokwari dalam memperkuat peran perempuan dan UMKM lokal. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan antara kekayaan tradisi dengan inovasi modern.

“Saya melihat Manokwari memiliki energi besar yang lahir dari perempuan-perempuan kreatif. Karya-karya UMKM yang diperkenalkan tadi adalah bukti bahwa Papua Barat mampu menghadirkan sesuatu yang autentik, bernilai budaya, sekaligus layak dipasarkan secara nasional. Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada Ibu Ketua Dekranasda Manokwari, Ny. Febelina Indou, serta Bapak Bupati Manokwari, Hermus Indou, yang hampir di setiap momen kegiatan pusat selalu hadir memperkenalkan potensi-potensi UMKM lokal. Ini adalah bentuk perjuangan nyata bagi daerah sekaligus kontribusi besar untuk bangsa,” ungkap Sri Suparni Lahadalia.

Pertemuan ini juga menggarisbawahi peran penting sinergi kepemimpinan di tingkat pusat maupun daerah. Momen hangat Wakil Ketua I Dekranas Pusat, Sri Suparni Lahadalia, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Manokwari, Febelina Indou, serta dukungan penuh Bupati Manokwari, Hermus Indou, menjadi simbol kuatnya kerja sama untuk membangun ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dengan dukungan pemerintah pusat, perhatian kementerian, serta komitmen pemerintah daerah, Manokwari optimis mampu menempatkan karya-karya khasnya sebagai identitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *