MANOKWARI, SURYA ARFAK – Para kepala kampung dan sekretaris kampung dari 164 kampung di kabupaten Manokwari dilatih menyusun rencana pembangunan jangka menengah (RPJM).
Melalui pelatihan ini, diharapkan kampung-kampung di kabupaten Manokwari memiliki RPJM yang selaras dengan visi misi pembangunan daerah.
Saat membuka kegiatan tersebut, Plt Sekda Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, mengatakan bahwa visi Pemkab Manokwari khususnya pada misi ketiga yakni membangun Manokwari yang cerdas dan sehat melalui peningkatan kualitas SDM Papua yang berintegritas dan bersaing global.
Sesuai misi ini, pembangunan fisik harus dilakukan, namun pembangunan sumber daya manusia juga wajib dilaksanakan.
Pemkab Manokwari, katanya, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan peningkatan kapasitas bagi aparat pemerintah, khususnya bagi aparat pemerintah kampung.
“Saya merasa bangga dan berbahagia dalam acara pembukaan pelatihan penyusunan RPJM kampung se-Kabupaten Manokwari pada hari ini,” ujarnya.
Menurut Yan Ayomi, dokumen RPJM yang merupakan salah satu instrumen penting dalam perencanaan pembangunan kampung menjadi landasan bagi masyarakat kampung dalam merumuskan tujuan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, dan karakteristik pada wilayah kampung masing-masing
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memahami dan mampu menyusun dengan benar rencana pembangunan jangka menengah kampung, sehingga pembangunan di kampung-kampung terencana dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah.
“Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi kemajuan pembangunan di kabupaten Manokwari terlebih khusus di kampung-kampung,” tukasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Mawyarakat dan Kampung Kabupaten Manokwari, Jeffry Sahuburua, menyampaikan bahwa setelah pemilihan kepala kampung serentak tahap I pada tahun 2019 dan pemilihan serentak tahap II tahun 2021, belum diadakan pelatihan penyusunan RPJM bagi kepala kampung karena terkendala pandemi Covid-19, sehingga baru dilaksanakan tahun ini.
Output pelatihan tersebut diharapkan 164 kampung di kabupaten Manokwari memiliki dokumen RPJM.
Menurutnya, pelatihan yang terselenggara atas kerja sama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dengan pemerintah kampung di kabupaten Manokwari dilaksanakan pada 23-25 September 2025.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan demi peningkatan kapasitas aparat kampung di kabupaten Manokwari,” tukas Jeffry. (SA01)








