Manokwari, SURYA ARFAK – Kabupaten Manokwari tidak termasuk dalam tiga besar daerah di Papua Barat dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi stunting.
Tiga besar pelaksanaan aksi konvergensi stunting di Papua Barat diraih oleh kabupaten Teluk Bintuni, Kaimana, dan kabupaten Teluk Bintuni.
Terkait itu, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, mengatakan bahwa Pemkab Manokwari sudah bagus dalam upaya penurunan angka stunting, namun ada daerah yang lebih bagus.
“Intinya ada yang lebih bagus dari kita,” ujar Mugiyono, usai pembukaan Musrenbang RKPD dan Otsus 2026 serta Forum Perangkat Daerah Papua Barat, Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, jumlah penduduk kabupaten Manokwari paling banyak di Papua Barat yakni mencapai 205 ribu jiwa.
Oleh karena itu, walau capaian penurunan angka stunting besar, namun secara persentase bisa kecil.
Mengenai evaluasi terhadap dinas kesehatan sebagai perangkat daerah teknis dalam penanganan stunting, menurut Mugiyono, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk semua perangkat daerah termasuk dinas kesehatan.
“Yang mendapat catatan juga termasuk dinas kesehatan, tapi sebenarnya semua dievaluasi. Apakah nanti akan ada rotasi kepala dinas kesehatan, nanti kita lihat dari hasil evaluasi,” katanya.
Diakui Mugiyono, ada sejumlah masukan baik dari internal maupun eksternal untuk perbaikan kinerja pelayanan dinas kesehatan.
“Itu menjadi catatan bagi kami pimpinan, kita evaluasi secara keseluruhan yang ada sekarang masih yang lama, namun nanti akan dievaluasi serentak bersama-sama dengan seluruh perangkat daerah, pada waktunya nanti diberikan penilaian dan akan menjadi pertimbangan kami khususnya Pak Bupati untuk memutuskan Plt-nya diganti atau tetap,” tukas Mugiyono. (SA01)








