Manokwari, SURYA ARFAK – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Dr. Suriel Semuel Mofu, mengungkapkan bahwa ada satu mitos yang selama ini menyebutkan bahwa SDM Papua masih rendah. Mitos itu bahkan masih dipercaya sampai hari ini.
Namun, mitos itu terhapus dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Roberth KR Hammar, SH, M.Hum, MM, CLA, sebagai guru besar Hukum Agraria.
Menurut Mofu, keberhasilan Prof. Hammar, bukan keberhasilannya seorang diri, tapi keberhasilan seluruh masyarakat Papua.
“Keberhasilan dari seluruh yang telah kita bangun tapi kita tidak pernah mengakuinya dan masih merasa bahwa kita masih tertinggal jauh,” katanya.
Pengukuhan Prof. Roberth Hammar, kata Mofu, membuktikan bahwa Papua sudah berubah, pendidikan tingginya sudah berubah dan menghasilkan lulusan.
“Hari ini Prof. Hammar membuktikan bahwa mitos itu tidak berlaku lagi di Papua. Jangan lagi ada yang bilang SDM Papua rendah. Terima kasih kepada Prof. Hammar atas perjuangannya,” ungkapnya.

Atas nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Mofu menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Roberth KR Hammar, atas pencapaiannya sebagai guru besar.
Prestasi yang diraih itu, menurut Mofu, bukan hanya prestasi Universitas Caritas Indonesia, tapi prestasi semua masyarakat, prestasi kabupaten Manokwari, prestasi provinsi Papua Barat, dan juga prestasi LLDIKTI karena melahirkan seorang profesor.
Mofu lalu berpesan kepada Prof. Hammar, selaku Rektor Universitas Caritas Indonesia, bahwa Presiden Prabowo dengan Asta Cita-nya mengharapkan agar perguruan-perguruan tinggi membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat dan mengembangkan program-program yang relevan, bermutu, dan berdampak.
“Perguruan tinggi harus hadir untuk memberikan suasana yang berbeda, suasana yang lebih baik. Ini tantangan yang besar, bagaimana membangun perguruan tinggi yang mandiri, sustainable dalam pengelolaannya, bermutu, dan sejahtera. Sejahtera tidak berarti bahwa perguruan tinggi itu kaya raya tapi bisa memberikan tempat yang nyaman bagi para akademisi untuk bekerja dan belajar,” tandasnya. (SA01)








