Taker Wonggor Soroti Rencana DOB Puncak Arfak, Dorong Penguatan SDM Sebelum Pemekaran

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Ketua Himpunan Mahasiswa Pegunungan Arfak Jakarta (HIMAPAJ), Taker Wonggor, mengkritisi rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Puncak Arfak. Ia menilai pemerintah daerah perlu memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebelum pemekaran daerah direalisasikan.

Taker menegaskan, kritik tersebut bukan berarti dirinya maupun mahasiswa Pegunungan Arfak menolak pembentukan DOB Puncak Arfak. Menurutnya, pemekaran pada prinsipnya dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan pemerintahan baru yang lebih dekat dengan masyarakat serta mempercepat pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan publik.

Namun, ia mengingatkan agar pembentukan DOB tidak hanya berorientasi pada terbentuknya struktur pemerintahan, sementara kesiapan SDM lokal belum menjadi perhatian utama.

“Sebagai anak negeri, bukan berarti kami menolak pembentukan DOB Puncak Arfak. DOB merupakan berdirinya pemerintahan baru dan perpanjangan tangan pemerintah untuk membangun daerah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, ekonomi, sosial maupun bidang lainnya,” kata Taker, saat menghubungi media ini, Sabtu (3/10).

Ia mengatakan, saat ini cukup banyak pejabat asal suku Arfak, khususnya dari subsuku Hatam dan Moile, yang telah menduduki berbagai jabatan pemerintahan. Kondisi tersebut, menurut dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan SDM lokal yang nantinya mampu mengisi kebutuhan pemerintahan apabila DOB Puncak Arfak terbentuk.

“Kalau memang berencana menghadirkan DOB Puncak Arfak, kenapa tidak memikirkan bagaimana menggunakan jabatan yang sudah dipegang untuk membangun SDM yang siap terlebih dahulu? Sehingga ketika DOB sudah dibentuk, SDM kita juga sudah siap ditempatkan di sana,” ujarnya.

Taker mengingatkan, apabila pemekaran dilakukan tanpa kesiapan SDM lokal, kondisi tersebut berpotensi membuka ruang bagi tenaga kerja dari luar daerah untuk mengisi berbagai posisi yang tersedia. Hal itu dinilai dapat membuat masyarakat lokal kehilangan kesempatan untuk mengambil bagian dalam pemerintahan di wilayahnya sendiri.

“Daripada nanti kita punya DOB tetapi SDM belum siap, itu sama saja membuka peluang bagi orang lain datang untuk bekerja dan mengambil hak kita sebagai anak negeri,” tegasnya.

Ia juga meminta para intelektual Arfak yang saat ini memiliki posisi strategis di pemerintahan maupun lembaga lainnya untuk menunjukkan komitmen dalam menyiapkan generasi muda. Menurutnya, pembangunan SDM harus menjadi bagian penting dari proses menuju pemekaran.

“Kalian adalah intelektual Arfak yang kami sebagai adik-adik sangat hormati dan banggakan. Karena itu, seharusnya ada totalitas kesadaran dan pemikiran kritis untuk membangun SDM,” katanya.

Selain persoalan kesiapan SDM, Taker meminta Tim Pembentukan DOB Puncak Arfak melakukan sosialisasi secara terbuka kepada masyarakat Arfak, khususnya masyarakat dari subsuku Hatam dan Moile. Sosialisasi dinilai penting agar masyarakat memahami tujuan, konsekuensi, serta perubahan tata kelola pemerintahan yang akan terjadi apabila pemekaran direalisasikan.

Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui adanya rencana pembentukan DOB, tetapi juga harus dilibatkan secara aktif dalam proses tersebut, termasuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai aturan baru di wilayah pemekaran.

“Jangan hanya karena kepentingan satu orang, kita mengorbankan banyak orang,” ujarnya.

Taker juga menyoroti kemampuan fiskal Kabupaten Pegunungan Arfak. Ia menilai kapasitas APBD kabupaten induk perlu menjadi pertimbangan serius apabila pada saat bersamaan terdapat rencana pembentukan DOB Puncak Arfak dan Pegunungan Meyah Tengah.

Ia khawatir pemekaran tanpa perencanaan fiskal dan pembangunan yang matang dapat memengaruhi keberlangsungan pembangunan di kabupaten induk, termasuk sektor infrastruktur, pendidikan, ekonomi, sosial, dan pelayanan dasar lainnya. Karena itu, menurut Taker, pembentukan DOB perlu dikaji secara menyeluruh agar tujuan pemekaran benar-benar bermuara pada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Pegunungan Arfak. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *