Perangkat Daerah Manokwari Diingatkan Bekerja dengan Sense of Urgency Usai APBD Perubahan Disetujui

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten dan DPRK Manokwari menyetujui Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Manokwari Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRK Manokwari, Rabu (30/9) malam. Setelah persetujuan tersebut, Bupati Manokwari Hermus Indou meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja lebih cepat dan tidak lagi bekerja biasa-biasa saja.

Hermus menegaskan, pelaksanaan program dan kegiatan dalam APBD Perubahan harus segera dilakukan dengan rasa urgensi yang tinggi (sense of urgency) karena waktu pelaksanaan anggaran terus berjalan dan kebutuhan masyarakat tidak dapat ditunda.

“Saya ingin menyampaikan pesan yang tegas, setelah persetujuan perubahan APBD ini, jangan ada lagi sikap bekerja biasa-biasa saja. Kita harus bekerja dengan sense of urgency,” tegas Hermus.

Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah segera melaksanakan program yang telah ditetapkan serta melakukan langkah-langkah percepatan. Setiap kegiatan harus memiliki target yang jelas dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pastikan kegiatan memiliki target yang jelas, pastikan pelaksanaan sesuai aturan, pastikan pengadaan dan administrasi dilakukan tepat waktu dan pastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain percepatan pelaksanaan program, Hermus mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjaga integritas dalam mengelola anggaran. Ia menegaskan uang rakyat merupakan amanah yang harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

“Saya ingin menitipkan satu hal kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manokwari, jaga integritas dan jangan pernah menganggap uang rakyat sebagai milik pemerintah,” katanya.

Hermus mengatakan jabatan dan kekuasaan memiliki batas waktu, sedangkan jejak pengabdian akan terus dikenang. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran meninggalkan warisan pemerintahan yang bersih, tertib, transparan, dan dipercaya masyarakat, sekaligus pembangunan yang dapat dirasakan generasi mendatang.

“Jangan pernah mempermainkan anggaran. Jangan pernah mengorbankan kepentingan masyarakat demi kepentingan pribadi. Dan jangan pernah menganggap jabatan sebagai kesempatan untuk memperoleh keuntungan pribadi,” tegasnya. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *