Patah Tulang, Ramadhan Jalani Operasi Tanpa Cemas Biaya Berkat JKN

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Rasa syukur dan lega dirasakan Muhammad Ramadhan (27), warga Kabupaten Manokwari, setelah mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan yang menyebabkan tangan kanannya mengalami patah tulang. Sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang aktif, ia merasa lebih tenang karena pemeriksaan hingga tindakan medis yang dijalaninya mendapat jaminan melalui Program JKN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyarankan Ramadhan menjalani tindakan operasi untuk menangani cedera yang dialaminya. Sempat merasa cemas, kekhawatirannya berangsur berkurang karena ia tidak perlu memikirkan biaya pengobatan sehingga dapat lebih fokus menjalani proses pemulihan.

“Awalnya tentu saya merasa khawatir karena harus menjalani operasi. Namun, saya bersyukur karena sebagai peserta JKN aktif, saya bisa mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis yang saya butuhkan. Pelayanannya juga sangat baik,” ujar Ramadhan.

Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Teluk Bintuni, Ramadhan mengaku semakin tenang. Menurutnya, seluruh proses pelayanan sejak pemeriksaan hingga tindakan medis berjalan dengan baik dan ia tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara peserta JKN dengan pasien lainnya.

“Seluruh tim medis memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh empati. Saya tidak merasakan adanya diskriminasi. Semua dilayani dengan baik dan kami merasa sangat diperhatikan,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut juga membuat Ramadhan ingin meluruskan anggapan mengenai adanya batasan lama rawat inap bagi peserta JKN. Berdasarkan pengalamannya, pelayanan kesehatan yang diterima disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.

“Selama saya menjalani perawatan, tidak ada yang mengatakan bahwa peserta JKN hanya boleh dirawat beberapa hari. Pelayanan tetap diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis saya. Jadi, menurut saya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi seperti itu,” tuturnya.

Selain manfaat pelayanan kesehatan, Ramadhan juga merasakan kemudahan transformasi digital BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Ia memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mengambil antrean secara online sebelum datang ke fasilitas kesehatan.

“Saya menggunakan Mobile JKN ketika berobat. Banyak kebutuhan yang bisa dilakukan melalui aplikasi ini, termasuk mengambil antrean secara online. Jadi, sebelum datang ke fasilitas kesehatan, saya sudah bisa mengambil nomor antrean terlebih dahulu. Menurut saya, ini sangat membantu dan membuat proses berobat menjadi lebih praktis,” jelasnya.

Bagi Ramadhan, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa perlindungan kesehatan bukan hanya tentang mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga kemudahan dan kepastian ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga.

Ia berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan berbagai inovasi agar semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat Program JKN.

“Semoga BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena ketika kita sakit, yang paling kita butuhkan adalah bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah dan tidak perlu terlalu khawatir,” tutup Ramadhan. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *