MANOKWARI, SURYA ARFAK – Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Papua Barat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Turnamen Bupati Manokwari Cup Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pengurus AAFI Papua Barat, Jumat (11/9).
Rapat dipimpin Ketua AAFI Regional Papua Barat, Ahmad Almaun, didampingi Sekretaris Milander Kaunang bersama jajaran pengurus. Dalam rapat tersebut juga dibentuk panitia pelaksana yang akan menangani seluruh rangkaian turnamen.
Ahmad mengatakan, panitia pelaksana Bupati Manokwari Cup diketuai Maria Yesti dengan empat kategori yang akan dipertandingkan.
“Empat kategori yang dipertandingkan nanti SD, SMP, SMA dan OPD,” kata Ahmad.
Ia menjelaskan, peserta yang direncanakan mengikuti turnamen masing-masing terdiri dari 24 tim kategori SD, 24 tim SMP, 16 tim SMA dan 16 tim dari organisasi perangkat daerah (OPD).
“Untuk pembukaan kita rencanakan akan dilaksanakan pada 16 Oktober,” ujarnya.
Menurut Ahmad, Bupati Manokwari Cup merupakan kerja sama AAFI dan Pemkab Manokwari. Turnamen ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan pemain futsal usia dini di Papua Barat yang dimulai dari Kabupaten Manokwari.
“Kita fokus pada pembinaan usia dini yang diharapkan kelak menjadi pemain profesional yang membawa nama daerah,” katanya.
Ia menambahkan, turnamen tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan AAFI di Provinsi Papua Barat yang dimulai dari Kabupaten Manokwari.
“Di daerah lain AAFI sudah dikenal dengan baik dan menjadi organisasi pembinaan futsal usia dini. Namun di Papua Barat AAFI baru masuk, sehingga turnamen Bupati Cup ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan AAFI agar lebih dikenal,” jelasnya.
Ahmad berharap pelaksanaan Bupati Manokwari Cup mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga berjalan baik dan menjadi bagian dari penguatan fondasi pembinaan futsal usia dini di Kabupaten Manokwari.
Setelah memperkuat pembinaan di Manokwari, AAFI Regional Papua Barat menargetkan program pembinaan futsal usia dini dapat dikembangkan ke daerah-daerah lain di Provinsi Papua Barat. (SA01)








