MANGGARAI, SURYA ARFAK — Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Papua Barat memulai hari pertama penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores dengan menyerahkan bantuan kepada 25 kepala keluarga (KK) di RT 05/RW 03, Kampung Torok, Desa Ulubelang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9).
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, kepada masyarakat penerima bantuan. Penyaluran ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas dan kepedulian masyarakat Flobamora Papua Barat terhadap masyarakat Flores-NTT yang terdampak bencana gempa bumi.
Kehadiran PRBF Papua Barat di Kampung Torok mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sekaligus meringankan beban keluarga yang terdampak bencana.
Kepala Desa Ulubelang, Wilhelmus Jokang, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para donatur serta seluruh pihak yang terlibat dalam program bantuan Flobamora Papua Barat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para donatur dari program Flobamora Papua Barat yang telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi 25 keluarga yang terdampak gempa bumi,” ujar Wilhelmus.
Menurut Wilhelmus, 25 keluarga penerima bantuan merupakan warga yang merasakan secara langsung dampak bencana gempa bumi. Dalam kondisi pascabencana, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menilai bantuan dari Flobamora Papua Barat bukan sekadar bantuan material, tetapi juga menjadi simbol kuatnya tali persaudaraan antarsesama masyarakat Flobamora.
“Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa meskipun kita berada di daerah yang berbeda, rasa persaudaraan dan kepedulian tetap kuat. Kami berharap hubungan persaudaraan dan solidaritas ini terus terjaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan akibat bencana alam.
Bagi keluarga penerima, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah situasi sulit yang dihadapi. Bantuan dari masyarakat Flobamora Papua Barat sekaligus menunjukkan bahwa warga terdampak tidak sendirian dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.
Gerakan solidaritas tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak bencana. (SA01)








