MANOKWARI, SURYA ARFAK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari bersama fasilitator kabupaten dan distrik melakukan monitoring pelaksanaan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) pada sejumlah kampung di tiga distrik, yakni distrik Prafi, Masni, dan Manokwari Utara, Senin (7/9.
Kepala DPMK Manokwari Aswandi mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat langsung perkembangan program sekaligus memastikan bantuan yang diberikan kepada kelompok penerima manfaat dapat dikelola dan dikembangkan secara produktif.
Di Distrik Prafi, tim memantau BUMDes Prafi Mulya yang mengembangkan usaha penggemukan sapi. Lokasi kandang telah tersedia, namun sapi masih dalam proses pengiriman karena dipesan dari luar daerah.
“Sapinya untuk sementara lagi dipesan karena di dalam anggaran mereka itu kan per ekornya hanya Rp13 juta, sedangkan mencari sapi dengan harga begitu agak sulit. Jadi masih diusahakan,” ungkap Aswandi, Selasa (8/9).
Monitoring juga dilakukan di Kampung Bedip Matoa dengan usaha budidaya cabai yang melibatkan generasi muda orang asli Papua (OAP). Sementara Kampung Bogor mengembangkan jagung, Kampung Meiforga membudidayakan ikan melalui bioflok lele, dan Kampung Wariori di Distrik Masni mengembangkan ternak ayam yang kini telah berproduksi.
Menurut Aswandi, usaha ternak ayam di Kampung Wariori bahkan telah mampu menyuplai kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut menunjukkan program TEKAD mulai memberikan dampak ekonomi bagi kelompok penerima manfaat.
Sementara di Distrik Manokwari Utara, program pengembangan kakao tinggal menunggu pendropingan bibit dari Kabupaten Manokwari Selatan. Setiap kelompok ditargetkan menanam 1.000 pohon, sehingga 10 kelompok penerima manfaat akan mengembangkan total 10.000 pohon kakao.
Aswandi menilai program TEKAD memiliki potensi besar meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Ia juga mendorong keterlibatan lebih banyak masyarakat, khususnya pemuda OAP yang memiliki minat dan potensi di bidang pertanian.
“Harapan kita program ini bisa melibatkan orang banyak, terutama saudara-saudara kita OAP supaya mereka bisa belajar mengelola bantuan pemerintah dan ke depannya membuat perubahan untuk kesejahteraan mereka,” katanya.
Ia berharap pola kerja program TEKAD dapat direplikasi Pemkab Manokwari pada kampung lainnya melalui program ketahanan pangan Dana Desa. Dengan demikian, manfaat pengembangan usaha produktif tidak hanya dirasakan kelompok penerima TEKAD, tetapi dapat diperluas kepada masyarakat di kampung-kampung lain. (SA01)








