MANOKWARI, SURYA ARFAK – Ketua Harian Muaythai Indonesia Papua Barat, Daniel Paul F. Mapahai, menegaskan rekomendasi organisasi kepada bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat, Yosias Saroy, bersifat final dan tidak akan ditarik. Hingga saat ini, tidak ada keputusan organisasi untuk mencabut dukungan tersebut maupun menerbitkan rekomendasi baru kepada bakal calon lainnya.
Daniel menyampaikan penegasan itu menyikapi informasi yang beredar terkait rencana penarikan rekomendasi Muaythai Indonesia Papua Barat yang telah diberikan kepada Yosias Saroy dalam kontestasi Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Sampai dengan pernyataan ini disampaikan, tidak ada rekomendasi kedua dan tidak ada keputusan organisasi untuk menarik rekomendasi yang telah dikeluarkan. Rekomendasi kepada Yosias Saroy adalah keputusan organisasi dan final,” tegas Daniel.
Ia menjelaskan, rekomendasi tersebut diberikan melalui tahapan dan mekanisme internal organisasi. Keputusan itu, kata dia, tidak lahir karena iming-iming jabatan, uang, tekanan ataupun intervensi dari pihak mana pun.
Daniel juga meminta agar keputusan internal Muaythai Papua Barat tidak dikaitkan dengan hubungan keluarga Ketua Umum Muaythai Indonesia Papua Barat, Abia Indou, yang merupakan adik Bupati Manokwari, Hermus Indou.
“Kami menegaskan, tidak ada intervensi dari Bapak Hermus Indou dalam proses rekomendasi Muaythai Papua Barat. Karena itu, jangan membawa-bawa nama beliau untuk kepentingan kontestasi Ketua KONI Papua Barat tanpa dasar dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Daniel, Muaythai Papua Barat menghormati seluruh bakal calon yang maju, termasuk Yosias Saroy maupun Mohammad Lakotani. Keduanya disebut sebagai bagian dari keluarga besar olahraga Papua Barat dan putra terbaik daerah.
Ia berharap kontestasi Ketua Umum KONI Papua Barat berlangsung secara sehat, terbuka dan sesuai mekanisme organisasi. Jangan sampai kepentingan dalam pemilihan ketua KONI justru memengaruhi atau mengorbankan kepentingan cabang-cabang olahraga yang selama ini berjuang membangun prestasi dan membina atlet.
“Jangan memainkan isu untuk kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi. Jangan pula mengorbankan kepentingan setiap cabang olahraga hanya karena kepentingan dalam kontestasi Ketua KONI Papua Barat,” katanya.
Daniel menegaskan Muaythai Papua Barat yang banyak diisi generasi muda harus tumbuh sebagai organisasi yang sehat, profesional dan mandiri. Karena itu, pihaknya tidak ingin proses organisasi dikotori tarik-menarik kepentingan, isu jabatan, uang maupun kepentingan oknum tertentu.
Ia mengajak seluruh pihak menahan diri dan tidak membangun opini berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Proses pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat diminta berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, tetap merupakan bagian dari keluarga besar olahraga Papua Barat. Kami tidak sedang membela kepentingan pribadi siapa pun. Kami sedang menjaga marwah organisasi dan independensi Muaythai Papua Barat,” pungkasnya. (SA01)








