MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari mengalokasikan anggaran Rp2,4 miliar pada 2026 untuk program pemberdayaan masyarakat bagi pemilik hak ulayat sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan jaringan perpipaan PDAM Minyei Arfak.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi kondisi PDAM adalah terputusnya jalur perpipaan sumber air di Warmare oleh pemilik hak ulayat.
Kondisi tersebut mengganggu kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus berdampak terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Hermus dalam rapat paripurna DPRK Manokwari, Jumat (28/8), sebagai jawaban atas pemandangan umum Fraksi Gerindra yang menyoroti kondisi PDAM Minyei Arfak.
Menurut Hermus, alokasi program pemberdayaan masyarakat sebesar Rp2,4 miliar merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan jaringan perpipaan sumber air di Warmare.
Pemkab Manokwari bersama PDAM akan terus melakukan koordinasi dan pendekatan dengan masyarakat pemilik hak ulayat agar persoalan jaringan perpipaan dapat diselesaikan dengan baik.
Pemerintah berharap jaringan perpipaan yang terputus dapat kembali dimanfaatkan sehingga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Manokwari dapat ditingkatkan secara optimal.
Hermus menegaskan penyelesaian persoalan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memperbaiki kinerja PDAM sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses air bersih.
Sebelumnya, Fraksi Gerindra menyoroti penyertaan modal daerah pada PDAM Minyei Arfak serta kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kerugian pada 2025.
Fraksi tersebut juga meminta penjelasan mengenai langkah konkret Pemkab Manokwari dalam meningkatkan kinerja PDAM dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Menanggapi hal itu, Pemkab Manokwari memastikan koordinasi dan pendekatan kepada pemilik hak ulayat terus dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian persoalan jaringan perpipaan dan peningkatan pelayanan PDAM.
Dengan penyelesaian persoalan jaringan sumber air tersebut, pemerintah berharap pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan kinerja PDAM Minyei Arfak semakin membaik. (SA01)








