MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manokwari masih menunggu informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait hasil perbaikan berkas yang sebelumnya mendapat catatan dari lembaga tersebut.
Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengatakan berkas pejabat yang akan dilantik telah diserahkan ke BKN beberapa waktu lalu. Dari sekitar 300 berkas, lebih dari 100 di antaranya mendapat catatan untuk diperbaiki.
“Mungkin ada yang sudah bertanya-tanya terkait pelantikan pejabat eselon II dan III karena pada apel sebelumnya disampaikan pekan depan ada pelantikan,” kata Mugiyono pada apel gabungan perangkat daerah, Senin (24/8).
Menurutnya, seluruh catatan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Manokwari. Berkas yang telah diperbaiki kemudian kembali diserahkan kepada BKN untuk mendapatkan konfirmasi.
“Catatan itu sudah dikoreksi dan diperbaiki oleh BKPSDM. Jadi sekarang kita tunggu lagi informasi dari BKN,” ujarnya.
Mugiyono menjelaskan, hingga kini BKN belum menyampaikan informasi apakah hasil perbaikan yang dilakukan BKPSDM tersebut telah sesuai atau masih memerlukan penyesuaian. Karena itu, Pemkab Manokwari belum dapat memastikan waktu pelantikan.
“Jadi kita tunggu informasi dari BKN, semoga tidak lama akan keluar dan Bupati akan memanggil untuk menyerahkan SK untuk dilantik,” katanya.
Ia menambahkan, Bupati Manokwari menginginkan pelantikan pejabat eselon II dan III dapat dilaksanakan secara bersamaan. Keputusan mengenai pejabat yang akan mengisi jabatan tersebut pada dasarnya telah lama diproses, namun tetap harus mengikuti tahapan administrasi sesuai ketentuan.
“Jadi sebenarnya sudah lama kita putuskan, tapi kemudian urutannya tidak bisa langsung, harus melalui BKN,” jelas Mugiyono.
Ia meminta para pegawai yang masuk dalam proses seleksi jabatan untuk bersabar dan mendoakan agar tahapan administrasi segera selesai. “Mohon bapak-ibu bersabar dan mendoakan semoga di antara 300-an ada nama bapak-ibu yang ikut apel ini,” katanya.
Mugiyono juga mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan menduduki jabatan harus memahami bahwa kepemimpinan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Siapa pun yang nanti dipilih, menjadi pemimpin itu sejatinya adalah pelayan. Jadi nanti berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” tegasnya. (SA01)








