DP3AKB Manokwari Gelar Talkshow Merdeka dari Ketergantungan, Dorong Organisasi Perempuan Mandiri dan Berkelanjutan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar talkshow “Merdeka dari Ketergantungan” dengan tema “Memutus Rantai Ketergantungan, Mewujudkan Keberlanjutan Organisasi”, Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan strategi konkret mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan strategis.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, melalui Asisten III Sekda Kabupaten Manokwari, Jeffry Sahuburua, mengatakan tema “Memutus Rantai Ketergantungan” memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, ketergantungan tidak hanya berkaitan dengan persoalan bantuan, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk keterbatasan pengetahuan, keterampilan, akses terhadap sumber daya, maupun ketergantungan organisasi terhadap bantuan pihak lain.

“Oleh sebab itu, kita perlu membangun pola pikir baru bahwa setiap organisasi harus memiliki kemampuan untuk mandiri, mengembangkan potensi yang dimiliki, serta mampu menciptakan inovasi dan sumber daya yang dapat menjamin keberlanjutan organisasi,” katanya.

Hermus menegaskan keberlanjutan organisasi tidak cukup hanya mengandalkan bantuan hibah pemerintah. Hibah merupakan bentuk dukungan dan stimulus pemerintah, sedangkan organisasi harus mampu membangun kemandirian, kreativitas, tata kelola yang baik, transparansi, dan inovasi.

Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang memiliki visi jelas, kepemimpinan yang baik, kaderisasi yang kuat, program yang bermanfaat, serta mampu mengembangkan sumber daya yang dimiliki.

Ia mengajak seluruh organisasi perempuan di Kabupaten Manokwari menjadikan talkshow tersebut sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman. Jejaring dan kolaborasi juga perlu diperkuat antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai persoalan perempuan, anak, keluarga, dan masyarakat dapat kita tangani secara lebih terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hermus berharap talkshow tersebut melahirkan pemikiran, strategi, dan komitmen baru untuk membangun organisasi perempuan yang semakin mandiri dan berdaya saing. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, penguatan kelembagaan, serta inovasi yang sesuai dengan potensi lokal Kabupaten Manokwari.

“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang tangguh, dan masyarakat yang tangguh akan menjadi fondasi bagi kemajuan Kabupaten Manokwari,” katanya.

Kepala DP3AKB Kabupaten Manokwari, Alberthina Porulery, mengatakan talkshow tersebut digelar untuk membangun pola pikir mandiri bagi organisasi perempuan sekaligus memberikan strategi konkret mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan strategis.

Peserta talkshow merupakan para ketua dan pengurus organisasi perempuan yang menjadi calon penerima bantuan hibah dari Pemkab Manokwari.

Adapun pembicara dalam talkshow tersebut yakni Kepala BKAD Ferdy M. Lalenoh, Kepala Bappeda Rishard Alfons, Inspektur Natalis Renjaan, dan Ketua GOW Kabupaten Manokwari, Hj. Nurhaya Jafar Mugiyono. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *