Hermus Usulkan Tata Kelola MBG Berbasis Sekolah untuk Jaga Mutu Makanan

MANOKWARI, SURYA ARFAK – Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengusulkan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjaga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

Menurut Hermus, Pemerintah Kabupaten Manokwari akan memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna menyempurnakan pelaksanaan program tersebut, terutama dari sisi pengelolaan.

“Ke depan, saya bersama Pak Wakil Bupati harus bekerja sama dengan BGN untuk memastikan program makan bergizi gratis di Kabupaten Manokwari dapat direformasi dengan baik, terutama dari aspek tata kelolanya,” kata Hermus, Jumat (31/7).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program perlu dibagi berdasarkan kelompok penerima manfaat agar penanganannya lebih terfokus. Program MBG bagi peserta didik, misalnya, menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, sedangkan penanganan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang mengalami stunting menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan.

Sementara itu, pelayanan bagi penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial berada di bawah koordinasi Dinas Sosial.

“Tujuannya supaya penanganannya menjadi lebih mudah dan terarah,” ujarnya.

Hermus juga mengusulkan agar pelaksanaan program MBG dilakukan dengan pendekatan berbasis sekolah. Menurutnya, pola tersebut akan lebih efektif dibandingkan sistem yang memusatkan pelayanan dalam satu dapur dengan jumlah penerima manfaat yang sangat besar.

“Kita ingin ke depan program ini berbasis sekolah supaya mutunya tetap terjaga. Kalau satu dapur harus melayani 3.000 siswa setiap hari, kita khawatir kualitas makanan akan menurun dari waktu ke waktu,” katanya.

Selain menjaga kualitas makanan, pola tersebut dinilai mampu memangkas rantai birokrasi sehingga pelaksanaan program menjadi lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Dengan begitu, penanganannya menjadi lebih sederhana, kualitas makanan lebih terjamin, dan program bisa berjalan lebih produktif,” tambah Hermus. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *