Wagub Papua Barat Buka Pesparani IV, Diikuti 817 Peserta dari Enam Kabupaten

BINTUNI, SURYA ARFAK – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (7/7). Perhelatan yang mengusung tema “Memuliakan Tuhan dengan Nyanyian, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua Barat” itu diikuti 817 peserta dari enam kabupaten.

Dalam sambutannya, Lakotani mengatakan Pesparani bukan sekadar perlombaan seni suara gerejawi, tetapi menjadi wadah pembinaan iman, pengembangan talenta, pembentukan karakter generasi muda, serta penguatan persaudaraan dan kerukunan di Papua Barat.

“Kehadiran saudara-saudara sekalian di Kabupaten Teluk Bintuni bukan hanya untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjumpaan iman, persaudaraan, dan kebersamaan dalam semangat membangun Papua Barat yang damai dan harmoni,” ujarnya.

Menurut Lakotani, pembangunan manusia tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas iman, moralitas, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlak mulia.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menghormati keputusan dewan juri, serta menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan mempererat persaudaraan.

Sementara itu, Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pesparani IV di Teluk Bintuni. Menurutnya, Pesparani merupakan pesta iman yang bertujuan memuliakan Tuhan melalui puji-pujian.

“Saya mengapresiasi kepada semua pihak yang mendukung kegiatan Pesparani Katolik IV di Kabupaten Teluk Bintuni. Semoga Pesparani ini menghasilkan buah-buah yang baik dan menjadi tanda berjalan bersama dalam memajukan negeri melalui puji-pujian bagi Tuhan,” katanya.

Ketua Umum Panitia Pesparani Katolik IV Papua Barat, Joko Lingara, mengatakan Pesparani menjadi ruang untuk memuliakan Tuhan melalui nyanyian mazmur dan pelayanan seni liturgi, sekaligus mempererat persatuan umat Katolik di Papua Barat.

Ia menjelaskan, tujuan penyelenggaraan Pesparani antara lain meningkatkan pembinaan iman dan pemahaman liturgi, mengembangkan bakat dan kreativitas umat, melestarikan seni budaya lokal dalam liturgi Gereja Katolik, mempererat persaudaraan, serta menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Papua Barat pada Pesparani Katolik tingkat nasional.

Pesparani IV Papua Barat diikuti kontingen dari Kabupaten Teluk Bintuni, Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana. Sebanyak 817 peserta yang terdiri atas peserta lomba, ofisial, dan pendamping akan berkompetisi pada empat cabang lomba yang terbagi dalam 13 kategori.

Joko berharap Pesparani IV menjadi sarana pembinaan yang melahirkan generasi Katolik yang semakin beriman, mencintai liturgi, serta mampu memperkuat persaudaraan dan kerukunan di Papua Barat.

Hadir dalam pembukaan tersebut, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, unsur Forkopimda Papua Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni, Ketua LP3KD Papua Barat Prof. Dr. Roberth KR Hammar, para Ketua LP3KD kabupaten se-Papua Barat. Hadir juga para peserta dan masyarakat setempat. (SA01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *